Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: AP)

Dunia

AS Beri Izin Lima Perusahaan Minyaknya Beroperasi di Venezuela

MINGGU, 15 FEBRUARI 2026 | 01:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Amerika Serikat (AS) memberikan lampu hijau kepada lima perusahaan minyak raksasa dunia untuk kembali beroperasi di Venezuela.

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS mengeluarkan dua izin umum (general licences) yang mengizinkan BP, Chevron, Eni, Repsol, dan Shell untuk melanjutkan dan memperluas operasi minyak dan gasnya di Venezuela.

Mengutip Associated Press pada Minggu 15 Febuari 2026, izin pertama diberikan agar lima perushaan itu menjalankan kembali kegiatan minyak dan gas yang sebelumnya dibatasi sanksi.


Sementara izin kedua membuka peluang untuk bernegosiasi dan menandatangani kontrak investasi baru dengan Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA), perusahaan minyak negara Venezuela. 

Namun, semua kontrak investasi baru tetap memerlukan izin terpisah dari OFAC. Salah satu persyaratannya yaitu seluruh pembayaran royalti dan pajak kepada pemerintah Venezuela harus disalurkan melalui akun khusus yang dikendalikan oleh Foreign Government Deposit Fund AS.

Hal ini konsisten dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa AS akan mengelola aset yang berada dalam pengawasan untuk kepentingan Venezuela.

Meski demikian, AS tetap melarang transaksi yang melibatkan entitas dari negara-negara tertentu, termasuk China, Iran, dan Rusia, serta perusahaan yang sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh pihak dari negara-negara tersebut.

Keputusan ini merupakan bagian dari pelonggaran sanksi terbesar terhadap sektor energi Venezuela sejak lama, dan setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS.

Langkah tersebut juga terjadi di tengah kunjungan pejabat tinggi AS ke Venezuela, termasuk Menteri Energi Chris Wright, yang bertemu dengan pemimpin sementara Delcy Rodriguez untuk membahas reformasi sektor energi dan peluang investasi.

Untuk diketahui pada tahun 2025, produksi minyak Venezuela dilaporkan sekitar 1,2 juta barel per hari, meningkat dari titik terendah beberapa tahun sebelumnya tetapi masih jauh dari puncaknya lebih dari 3 juta barel per hari yang dicapai dua dekade lalu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya