Berita

Kepala BGN, Dadan Hindayana (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

BGN Cairkan Rp32,1 Triliun dalam 1,5 Bulan untuk MBG, Dadan Klaim Rekor Baru

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 14:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi pencairan anggaran sebesar Rp32,1 triliun hanya dalam kurun satu setengah bulan. 

Dana jumbo tersebut digelontorkan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut angka pencairan tersebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.


“Hari ini badan gizi sudah mencairkan Rp 32,1 triliun dan belum pernah ada sepanjang sejarah republik ada sebuah kementerian yang sudah mencairkan Rp 32,1 triliun dalam waktu satu setengah bulan,” ujar Dadan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2025 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Febuari 2026.

Ia menjelaskan, komposisi penggunaan anggaran tersebut didominasi pembelian bahan baku sebesar 70 persen. Sementara 20 persen dialokasikan untuk operasional, dan 10 persen lainnya diberikan sebagai insentif kepada pihak-pihak yang membantu pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Pada 2026 ini, BGN memperoleh pagu anggaran Rp268 triliun serta tambahan dana cadangan Rp67 triliun. Dengan demikian, total dana yang disiapkan pemerintah untuk program tersebut mencapai sekitar Rp335 triliun.

Dadan menambahkan, 93 persen dari total anggaran itu langsung disalurkan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) kepada SPPG di berbagai daerah.

Ia turut membeberkan distribusi jumlah SPPG di sejumlah provinsi. Di Aceh terdapat 608 SPPG, sedangkan di Jawa Barat mencapai 5.295 SPPG. Angka itu, menurutnya, menunjukkan besarnya perputaran uang di tiap wilayah.

“Itu mencerminkan jumlah uang yang beredar di daerah tersebut kali Rp1 miliar jadi kalau ada 608 SPPG itu artinya Rp608 miliar ada di Aceh dalam satu bulan. Kemudian di Jawa Barat ada 5.295 sppg itu artinya ada Rp5,29 triliun perbulan di Jawa Barat,” ujarnya.

“Sehingga kalau kita lihat di proyeksi uang beredar saat ini satu setengah bulan itu kita proyeksikan ada Rp29 triliun uang sudah beredar di masyarakat dan masing-masing ini dimiliki dan menyebar merata di seluruh provinsi,” tandasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya