Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Joko Kanigoro. (Foto: Dokumentasi Partai Gema Bangsa)

Politik

Partai Gema Bangsa Tawarkan Tiga Gagasan Perbaiki Politik Nasional

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 06:55 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Partai Gema Bangsa, bukan sekadar partai baru, melainkan paradigma baru tentang bagaimana partai bekerja dan bagaimana kekuasaan didistribusikan. 

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Joko Kanigoro dalam melihat perkembangan politik menuju Pemilu 2029.

"Di sinilah gagasan isoarkisme, egalokrasi, dan desentralisasi politik Gema Bangsa menawarkan kemungkinan transformasi," kata Joko dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.


Lanjut Joko, isoarkisme adalah fondasi normatifnya. Ia berpijak pada satu prinsip utama yaitu kesetaraan otoritas. 

Tidak ada kekuasaan yang bersifat permanen, dan tidak ada jabatan yang sakral serta tidak ada kepemimpinan yang tak tergantikan. Kekuasaan dipahami sebagai fungsi, bukan hak milik. 

Dalam konteks politik Indonesia yang kerap ditandai oleh personalisasi partai dan ownership figur, isoarkisme hadirkan kritik mendasar terhadap feodalisme modern dalam tubuh demokrasi elektoral. 

Namun prinsip saja tidak cukup. Karena itu, egalokrasi hadir menjadi strategi operasional. 

"Dalam sistem pemilu langsung yang masih sangat bergantung pada figur, egalokrasi bukan berarti menolak kepemimpinan melainkan menginstitusionalisasikan batasannya," terangnya.

Di antara keduanya, desentralisasi politik menjadi fase transisional untuk menghubungkan antara pusat dan daerah.

"Artinya, kekuasaan tidak lagi menumpuk pada ketua umum atau lingkar elite tertentu, melainkan dibagi dalam organ-organ kolektif dengan mandat yang terpisah dan terukur," tegasnya.

"Pemilu 2029 adalah panggung bagi generasi digital yang bukan eksperimen lagi dalam menentukan arah politik, menawarkan paradigma baru dengan mengubur paradigma lama, dan hadirnya Partai Gema Bangsa adalah awal dari cerita baru politik Indonesia," pungkasnya.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya