Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2016, Sudirman Said. (Foto: Istimewa)

Politik

Ekonomi Bisa Tumbuh Dua Digit Asal Korupsi Diberantas

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 20:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perekonomian Indonesia sebenarnya berpotensi tumbuh dua digit apabila persoalan tata kelola dapat dibereskan secara serius.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2016, Sudirman Said, kondisi ketenagakerjaan saat ini menunjukkan sinyal yang mengkhawatirkan. 

Dari sekitar 152 juta angkatan kerja, hampir 100 juta orang masih terjebak di sektor informal dengan tingkat upah di bawah standar UMR. Selain itu, terdapat sekitar 10 juta anak muda berstatus NEET (not in education, employment, or training) yang menganggur tanpa kegiatan produktif.


“Angka-angka kita mencemaskan,” ujar Sudirman lewat akun X miliknya, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia menilai ekonomi Indonesia sulit menyerap tenaga kerja karena pertumbuhan yang stagnan dan tidak sehat. Dalam pandangannya, struktur ekonomi saat ini masih terbebani berbagai praktik yang menghambat investasi dan penciptaan lapangan kerja.

"Mengapa ekonomi kita sulit menyerap tenaga kerja? Karena pertumbuhan kita stagnan dan 'berlemak'. Lemak itu adalah korupsi, lemahnya hukum, praktik pemalakan, dan vested interest pembuat kebijakan," jelasnya.

Sudirman menekankan, apabila tata kelola diperbaiki dan hambatan struktural dihilangkan, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dua digit.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar memahami bahwa isu korupsi dan kerusakan hukum bukan sekadar persoalan elite, melainkan berdampak langsung pada kesempatan kerja masyarakat.

“Bagi kaum muda, pahamilah: isu korupsi dan rusaknya hukum bukan urusan elite di menara gading. Itu adalah penghalang kalian mendapat pekerjaan layak. Itu adalah urusan "piring nasi" kalian,” pungkasnya.


Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya