Berita

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna. (Foto: RMOLAceh)

Nusantara

7 Dugaan Kekerasan Berbasis Gender Ditemukan di Lokasi Pengungsian Aceh

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 04:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menemukan tujuh dugaan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di lokasi pengungsian di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh.

Tujuh korban yang teridentifikasi mengalami beragam bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga pelecehan seksual. 

“Jumlah kasus yang kecil dalam situasi darurat justru sering kali menjadi tanda bahwa banyak kekerasan tidak dilaporkan," kata Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna dalam keterangannya, Kamis 12 Februari 2026.


Menurut Husna, bencana tidak pernah netral gender. Dalam kondisi ketika sistem perlindungan melemah, perempuan dan anak menjadi kelompok paling rentan.

“Dalam situasi bencana, kehilangan rumah bukan satu-satunya ancaman. Tubuh dan keselamatan perempuan justru semakin rentan ketika ruang hidup mereka tidak aman,” kata Husna.

Hingga kini, kata Husna, banyak warga masih bertahan di tenda pengungsian dengan pemenuhan hak dasar yang minim. Hunian sementara (huntara) hanya digunakan pada pagi dan siang hari, sementara sore hingga malam perempuan dan anak kembali ke rumah rusak atau tenda darurat di halaman rumah mereka.

"Kondisi ini menciptakan ruang hidup yang rawan, minim privasi, penerangan terbatas, pengawasan lemah, serta akses air bersih dan fasilitas MCK yang tidak memadai," demikian Husna dikutip dari .

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya