Berita

Adela Kanasya Adies. (Foto: heystetik.com)

Politik

Posisi Adies Kadir di DPR Diganti Anak, Golkar Tak Permainkan Keputusan Rakyat

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 01:30 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Partai Golkar memastikan tidak ada permainan dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI untuk menggantikan Adies Kadir yang kini menjabat sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menegaskan, kader yang akan menggantikan Adies adalah calon anggota legislatif (caleg) dengan perolehan suara terbanyak berikutnya pada Pemilu 2024.

“Tidak akan kita mempermainkan keputusan rakyat yang sudah mereka lakukan dalam pemilu. Jadi kalau penggantinya Pak Adies, ya akan digantikan oleh caleg dengan perolehan suara berikutnya, bukan oleh caleg yang berikutnya lagi,” kata Sarmuji di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.


Sarmuji menekankan Golkar berkomitmen menjaga kepastian hukum dan menghormati suara pemilih. Karena itu, tidak mungkin caleg dengan suara lebih kecil melompati caleg yang memperoleh suara lebih besar.

“Tidak bisa di Golkar itu caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya dilompati oleh caleg yang suaranya lebih kecil. Itu tidak ada di Golkar. Kalau nyaleg di Golkar aman lah itu,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan partai telah mengirimkan surat terkait proses PAW tersebut kepada pihak terkait.

“Sudah kita kirim suratnya. Di Golkar lazimnya hanya disebut digantikan oleh caleg dengan perolehan suara berikutnya. Kadang dicantumkan namanya, kadang tidak,” jelasnya.

Menurut Sarmuji, pencantuman nama dilakukan jika memang diperlukan untuk mempertegas proses administrasi. Namun dalam praktiknya tidak selalu harus disebutkan secara rinci.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut bahwa posisi Adies Kadir akan diisi oleh Adela Kanasya Adies.

“Yang akan mengganti adalah suara terbanyak setelah anggota DPR terpilih. Dan secara kebetulan nomor dua dari Pak Adies ini adalah anaknya perempuan,” kata Bahlil di Istana Negara, Kamis, 5 Februari 2026.

Bahlil menegaskan, penunjukan tersebut murni berdasarkan aturan dan hasil perolehan suara, bukan karena hubungan keluarga.

“Bukan karena dia anaknya Pak Adies Kadir, tetapi karena proses politik dan perintah undang-undang, maka dialah yang menggantikannya,” tegasnya.

Adela diketahui meraih suara terbanyak kedua dari Partai Golkar di Dapil Jawa Timur I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan rekapitulasi KPU Jawa Timur, Adies Kadir memperoleh 147.185 suara, sementara Adela Kanasya Adies meraih 12.792 suara dan menempati posisi kedua.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya