Berita

Ilustrasi. (Foto: artificial intelligence)

Publika

Saya Gagal Paham Tata Bahasa Jerman

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 22:02 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEMULA saya duga diri saya dungu alias goblok. Ternyata dugaan saya tidak keliru, terbukti saya gagal paham tata bahasa Jerman. Bahasa Jerman memang memiliki struktur yang kompleks (demi menghindari istilah “membingungkan”), terutama dengan sistem kasus (nominatif, akusatif, dativ, genitif) dan jenis kelamin kata (maskulin, feminin, neutrum).

Maka tata bahasa Jerman sangat menarik untuk dibahas secara bingungomologis sebagai bukan ilmu membuat bingung tetapi telaah terhadap rasa kebingungan.

Jenis kelamin kata dalam bahasa Jerman tidak selalu terkait dengan jenis kelamin biologis, tapi lebih kepada kategori gramatikal. Misalnya, "der Tisch" (meja) adalah maskulin, "die Musik" (wanita) adalah feminin, dan "das Haus" (rumah) adalah neutrum, sementara “Die Forrelle” adalah feminin namun “Die Forellen” adalah plural.


Kaitannya dengan dativ dan kasus lainnya memang potensial membingungkan saya, tapi itu karena bahasa Jerman memiliki aturan yang spesifik untuk setiap kasus. Dativ digunakan untuk menunjukkan objek tidak langsung, sedangkan akusatif untuk objek langsung.

Unsur bingungomologis dalam tata bahasa Jerman antara lain tampil pada:

1. Artikel yang berubah-ubah: Artikel "der", "die", "das" bisa berubah tergantung kasus dan jenis kelamin kata. Contoh: "der Mann" (nominatif), "den Mann" (akusatif), "dem Mann" (dativ).

2. Kata kerja yang memisahkan: Kata kerja seperti "aufstehen" (bangun) bisa dipisahkan menjadi "steh auf" dalam kalimat.

3. Urutan kata yang inkonsisten: Urutan kata dalam kalimat bisa berbeda dengan bahasa Indonesia, contoh: "Ich esse ein Sandwich" (Saya makan sandwich), tapi "Ich habe ein Sandwich gegessen" (Saya telah makan sandwich).

4. Kata-kata yang mirip tapi berbeda arti: Contoh: "weil" (karena) vs. "während" (selama), atau "sich" (diri sendiri) versus "ihm" (dia, objek tidak langsung).

5. Pelafalan yang unik: Bahasa Jerman memiliki bunyi yang tidak ada dalam bahasa Indonesia, seperti "ch" dalam "Bach" atau "ü" dalam "Müller". Atau “zsche” dalam Nietzsche

Jenis kelamin kata dalam bahasa Jerman untuk kata-kata baru biasanya ditentukan bukan oleh satu tetapi beberapa faktor, semisal: 

1. Asal kata: Jika kata tersebut berasal dari bahasa lain, jenis kelaminnya mungkin diadopsi dari bahasa asalnya. Contoh: "das Internet" (neutrum) karena kata "internet" dalam bahasa Inggris tidak memiliki jenis kelamin.

2. Kata dasar: Jika kata tersebut merupakan gabungan dari kata-kata yang sudah ada, jenis kelaminnya mungkin ditentukan oleh kata dasarnya. Contoh: "der Computer" (maskulin) karena "der Rechner" (kalkulator) adalah maskulin.

3. Analogi: Jika kata tersebut mirip dengan kata lain yang sudah ada, jenis kelaminnya mungkin ditentukan berdasarkan analogi. Contoh: "das Handy" (neutrum) karena mirip dengan "das Telefon" (neutrum).

Untuk kata-kata baru seperti AI, Google, mobil listrik, dan hand phone, jenis kelaminnya mungkin belum ditetapkan secara resmi. Namun, berikut beberapa kemungkinan:

• "AI" (Artificial Intelligence): "die AI" (feminin) karena "die Intelligenz" adalah feminin.
• "Google": "das Google" (neutrum) karena nama perusahaan dan nama properti biasanya neutrum.
• "Mobil Listrik": "das Elektroauto" (neutrum) karena "das Auto" adalah neutrum.
• "Hand phone": "das Handy" (neutrum) karena sudah terlanjur umum digunakan dalam bahasa Jerman.

(Saya tak henti bersyukur Bahasa Indonesia tidak diskriminatif terhadap jenis kelamin.)

Dialek Bavaria adalah dialek Jerman yang paling terkenal dan banyak digunakan di wilayah Bayern, Jerman. Ciri khasnya adalah penggunaan kata-kata seperti "Servus" (halo), "Pfiat di" (sampai jumpa), dan "Oma" (nenek).serta pengucapan yang lebih keras dan berirama. Juga penggunaan kata-kata lokal seperti "Gaststaette" (restoran) dan "Biergarten" (taman bir). Contoh kalimat dalam dialek Bavaria: "Servus, i geh ins Biergarten, wui a Halbe trinka!" (Halo, aku pergi ke taman bir, mau minum setengah liter bir!)

Sementata dialek Westfalia digunakan di wilayah Westfalen, Jerman. Ciri khasnya adalah penggunaan kata-kata local seperti "Moin" (halo) dan "Tschuess" (sampai jumpa). Pengucapan yang lebih lembut dan berirama.serta penggunaan kata-kata lokal seperti "Pumpernickel" (roti hitam) dan "Kaesekuchen" (kue keju).. Contoh kalimat dalam dialek Westfalia: "Moin, ich geh zum Markt, will'n Stueck Pumpernickel kaufen!" (Halo, aku pergi ke pasar, mau beli sepotong roti hitam!) 

Segenap fakta linguistik terkandung di dalam naskah bingungomologis ini malah makin berhasil menyebabkan saya makin gagal-paham tata bahasa Jerman! Tschuess! Auf Wiedersehen!


*) Penulis adalah budayawan dan pendiri MURI.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya