Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara Coffee Morning di LKPP, Jakarta, Kamis 12 Februari 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Perkuat Tata Kelola Proyek Infrastruktur, LKPP Gandeng Kemenko Infra

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 19:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mendorong agar dilibatkan sejak tahap awal dalam perencanaan proyek infrastruktur. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi kompleksitas dan risiko tinggi dalam pengadaan yang kerap muncul pada proyek bernilai besar.

Kepala LKPP Sarah Sadiqa mengatakan, sektor infrastruktur hampir selalu menghadapi tantangan dari sisi pengadaan - baik karena nilai anggaran yang besar, proses yang panjang, maupun potensi kendala teknis di lapangan. Karena itu, menurutnya, pendekatan preventif jauh lebih efektif dibanding penyelesaian masalah ketika proyek sudah berjalan.

“Kami tidak ingin menyelesaikan masalahnya di belakang, tetapi dilibatkan dari depan sehingga bisa bersama-sama Kemenko Infra dan kementerian/lembaga teknis lainnya,” ujar Sarah dalam kegiatan Coffee Morning bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor LKPP, Jakarta, Kamis 12 Februari 2026. 


Ia menyebut proyek infrastruktur memiliki karakteristik yang berbeda dibanding pengadaan rutin. Selain bernilai besar, proyek ini juga berdampak luas terhadap masyarakat dan pembangunan wilayah, sehingga membutuhkan perencanaan yang matang serta koordinasi lintas sektor.

Menurut Sarah, keterlibatan sejak awal memungkinkan identifikasi risiko dilakukan lebih dini, termasuk dalam penyusunan spesifikasi, skema kontrak, hingga strategi pemilihan penyedia. Dengan demikian, potensi keterlambatan, pembengkakan biaya, maupun sengketa kontrak dapat ditekan.

Selain mendukung proyek infrastruktur, LKPP juga memberikan pendampingan kebijakan dan bimbingan teknis pada sejumlah program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan, serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pada kesempatan yang sama, Menko Infra AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan urgensi nasional yang tidak bisa berjalan secara sektoral. Ia menekankan pentingnya perencanaan terintegrasi, penganggaran yang tepat sasaran, serta pelaksanaan proyek yang memenuhi standar kualitas dan keselamatan.

“Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan nasional. Kita tidak boleh jalan di tempat, kita harus melakukan lompatan-lompatan. Di sinilah peran LKPP menjadi semakin vital dan strategis,” kata AHY.

Menurutnya, efisiensi dalam pengadaan menjadi salah satu kunci agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar berdampak pada pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara LKPP dan Kemenko Infra diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara perencanaan kebijakan dan implementasi di lapangan, sekaligus memastikan proyek-proyek strategis berjalan sesuai target.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya