Berita

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah palsu di Polresta Solo. (Foto: kompas.com)

Hukum

Polda Metro Janji Berkas Perkara Ijazah Palsu Rampung Usai Periksa Jokowi

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 17:01 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Metro Jaya memastikan berkas perkara terkait tuduhan ijazah palsu segera rampung setelah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani pemeriksaan tambahan di Polresta Solo, Jawa Tengah.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan petunjuk jaksa setelah berkas perkara sebelumnya dikembalikan atau P-19.

“Kami telah melakukan pemeriksaan atau permintaan keterangan tambahan kepada terlapor Joko Widodo terkait laporan polisi yang sedang kami tangani. Hal ini dalam rangka memenuhi kelengkapan berkas perkara,” kata Iman kepada wartawan, Kamis, 12 Februari 2026.


Menurutnya, berkas perkara yang sebelumnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dikembalikan karena dinilai belum lengkap. Saat ini penyidik tengah menindaklanjuti seluruh petunjuk jaksa.

“Sebagaimana petunjuk yang sudah disampaikan melalui P-19, proses pemenuhannya sudah berjalan. Insyaallah sesegera mungkin kami kirim kembali berkas perkara tersebut sesuai arahan jaksa penuntut umum,” jelasnya.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap Jokowi di Polresta Solo pada Rabu kemarin menjadi bagian penting dalam melengkapi materi penyidikan. Jokowi didampingi kuasa hukumnya, Yakub Hasibuan, tiba di Mapolresta Solo sekitar pukul 15.55 WIB.

Presiden dua periode itu menjalani pemeriksaan sekitar dua jam sebelum keluar dari ruang penyidik pada pukul 18.50 WIB.

“Iya, ada pemeriksaan tambahan,” ujar Jokowi singkat kepada awak media usai pemeriksaan.

Kasus dugaan ijazah palsu ini sebelumnya mencuat setelah adanya laporan masyarakat yang kemudian ditangani Polda Metro Jaya. Dalam prosesnya, penyidik telah memeriksa sejumlah pihak dan mengumpulkan berbagai dokumen pendukung.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya