Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo. (RMOL/Sarah Alifia))
Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo. (RMOL/Sarah Alifia))
Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo, menyusul laporan yang diajukan 21 guru besar, dosen, dan praktisi hukum yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS).
Rudianto menjelaskan, MKMK hanya berwenang mengadili pelanggaran etik hakim yang bersifat post factum, bukan menilai proses administratif pengangkatan yang bersifat apriori.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
UPDATE
Rabu, 15 April 2026 | 22:14
Rabu, 15 April 2026 | 21:53
Rabu, 15 April 2026 | 21:34
Rabu, 15 April 2026 | 21:03
Rabu, 15 April 2026 | 20:51
Rabu, 15 April 2026 | 20:42
Rabu, 15 April 2026 | 20:30
Rabu, 15 April 2026 | 20:10
Rabu, 15 April 2026 | 20:05
Rabu, 15 April 2026 | 19:45