Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)
Pergerakan saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan sektor tambang batu bara menunjukkan tren variatif pada perdagangan Kamis siang, 12 Februari 2026.
BNBR dan BUMI terkoreksi tipis, sementara UNSP mencatat penguatan signifikan.
Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ditutup melemah 1 poin atau 0,98 persen ke level Rp101 di sesi I. Padahal pada awal perdagangan, saham ini sempat dibuka lebih tinggi di Rp112, sekaligus menjadi level tertingginya hari ini.
Sepanjang sesi, harga BNBR bergerak dalam rentang Rp101-Rp112 di sekiar ukul 13.00 WIB, dengan total volume transaksi mencapai 5,4 juta saham dan nilai transaksi sekitar Rp587 juta dari 4.806 kali perdagangan.
Dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp17,5 triliun, BNBR menempati peringkat kedua dari lima perusahaan dalam industri terkait. Namun secara fundamental, emiten ini masih mencatatkan EPS negatif dengan rasio price to earnings (PE) minus 404 kali, mencerminkan tantangan kinerja yang masih dihadapi perseroan.
Berbeda dengan BNBR, saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) justru mencatatkan penguatan 3,65 persen ke level Rp284 atau naik 10 poin dari penutupan sebelumnya di Rp274.
Saham ini sempat dibuka di level Rp300 sebelum bergerak turun dan menyentuh harga terendah Rp284. Total volume transaksi tercatat 1,57 juta saham dengan nilai Rp1,37 miliar dalam 131 kali transaksi.
Meski menguat, UNSP masih membukukan EPS negatif sebesar Rp32 dengan rasio PE minus 9 kali. Kapitalisasi pasarnya berada di kisaran Rp710 miliar, menempatkannya di peringkat 39 dari 57 perusahaan dalam sektor terkait.
Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling aktif diperdagangkan hari ini. Saham batu bara tersebut turun tipis 2 poin atau 0,74 persen ke level Rp270.
BUMI dibuka di Rp280 dan bergerak dalam rentang Rp266-Rp282. Aktivitas perdagangannya sangat tinggi dengan volume mencapai 5,52 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp1,51 triliun dalam lebih dari 103 ribu kali transaksi.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp100,26 triliun, BUMI menempati peringkat keempat dari 47 perusahaan di industrinya. Rasio PE tercatat sangat tinggi di level 540 kali, mencerminkan ekspektasi pasar yang besar terhadap kinerja perseroan ke depan.
Secara keseluruhan, ketiga saham menunjukkan dinamika yang berbeda: BNBR dan BUMI terkoreksi tipis di tengah tingginya aktivitas perdagangan, sementara UNSP mencuri perhatian dengan kenaikan lebih dari 3 persen.
Aktivitas transaksi yang padat, terutama pada BUMI, mengindikasikan tingginya minat investor terhadap saham-saham sektor energi dan grup usaha ini, meski tekanan dan volatilitas masih mewarnai pergerakan harga di pasar.