Berita

Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Tangkapan layar RMOL dari YouTube PSI)

Politik

Jokowi Dinilai Cari Simpatik Lewat Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 13:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tengah mencari kembali simpati publik dengan mengangkat wacana dua periode bagi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai Jokowi sengaja menggulirkan isu tersebut karena popularitas dan pengaruhnya dinilai menurun setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

“Nama Prabowo juga digunakan Jokowi untuk meraih simpati masyarakat, karena popularitas dan elektabilitas Prabowo saat ini sedang tinggi dan dinilai positif oleh publik,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Kamis, 12 Februari 2026.


Menurut Efriza, langkah tersebut diduga bukan semata untuk kepentingan pribadi, melainkan juga bagian dari upaya menjaga eksistensi politik di tingkat nasional.

Ia menilai manuver itu sekaligus dapat berdampak pada peningkatan popularitas dan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Ini juga bisa menjadi upaya mendongkrak popularitas dan elektabilitas PSI,” katanya.

Lebih lanjut, Efriza meyakini Jokowi berpotensi kembali aktif dalam dinamika politik dengan menjadikan PSI sebagai kendaraan politik, mengingat putra bungsunya, Kaesang Pangarep, saat ini menjabat sebagai Ketua Umum partai tersebut.

Namun demikian, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu memperkirakan Jokowi tidak akan cukup kuat jika hanya mengandalkan PSI. Ia menilai Jokowi tetap perlu merapat kepada Presiden Prabowo untuk menjaga pengaruh politiknya.

“Artinya, Jokowi yang pengaruhnya dinilai menurun pasca tak lagi menjabat presiden, menggunakan nama Prabowo agar dirinya dan keluarganya tetap populer dan meraih simpati publik,” pungkas Efriza.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya