Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Tekno

Meta Mulai Bangun Pusat Data AI Senilai Rp167,9 Triliun di Indiana

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 12:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meta Platforms Inc telah mengumumkan dimulainya pembangunan pusat data baru senilai 10 miliar Dolar AS (sekitar Rp167,9 Triliun), demi mendukung ambisi besar mereka di bidang kecerdasan buatan (AI).

Dikutip dari Reuters, Kamis 12 Februari 2026, pusat data yang berada di Indiana, Amerika Serikat (AS) tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt saat sudah beroperasi penuh. Menurut operator jaringan listrik AS, jumlah ini setara dengan pasokan listrik untuk sekitar 800.000 rumah, menegaskan betapa masifnya kebutuhan energi proyek tersebut.

Sebelumnya, pada November lalu, Meta menyatakan akan menginvestasikan hingga 600 miliar Dolar AS untuk infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat selama tiga tahun ke depan, termasuk pembangunan pusat-pusat data.


Rachel Peterson, Wakil Presiden Meta untuk pusat data, mengatakan fasilitas baru yang berlokasi di Lebanon, Indiana, ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027 atau awal 2028. Ia menegaskan bahwa Meta akan meningkatkan kapasitas produksi secara cepat melalui pembangunan ini.

"Meta telah menjalin kerja sama dengan perusahaan utilitas lokal untuk penyediaan listrik, sekaligus menanggung sendiri biaya peningkatan infrastruktur energi yang diperlukan," kata Peterson.

Sebelumnya, pada Oktober, Meta menuntaskan kesepakatan pembiayaan senilai 27 miliar Dolar AS dengan Blue Owl Capital untuk membangun pusat data berkapasitas 2 gigawatt di Louisiana, yang menjadi proyek terbesar Meta secara global. Perusahaan juga berencana menanamkan 1,5 miliar Dolar AS untuk pusat data di Texas.

Namun, proyek Louisiana sempat menuai sorotan. Kelompok hukum lingkungan Earthjustice meminta regulator utilitas AS menyelidiki pendanaannya karena khawatir biaya pembangunan akan dibebankan kepada rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Terkait fasilitas Indiana, Peterson menolak merinci skema pembiayaannya. Ia menegaskan bahwa Meta menanggung penuh investasi awal sebesar 10 miliar Dolar AS untuk proyek tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya