Berita

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Politik

Lulusan Sarjana Banyak Menganggur Ibarat Bencana di Atas Bencana

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 12:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,35 juta orang per November 2025. Angka tersebut menurun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 7,46 juta orang.

Dari total 155,27 juta penduduk yang masuk kategori angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang tercatat bekerja, sementara sisanya menganggur.

BPS mendefinisikan pengangguran sebagai penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja, baik karena sedang mencari pekerjaan, menyiapkan usaha, menunggu mulai bekerja, maupun yang telah putus asa mencari kerja.


Berdasarkan latar belakang pendidikan, tingkat pengangguran tertinggi berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 8,45 persen. Disusul lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 6,55 persen, serta lulusan D-IV, S1, S2, dan S3 sebesar 5,38 persen.

Sementara itu, lulusan DI/II/III mencatat angka pengangguran 4,22 persen, lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 3,76 persen, dan yang terendah berasal dari lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah sebesar 2,29 persen.

Anggota DPR RI Mardani Ali Sera menilai angka tersebut sebagai sinyal serius bagi masa depan bangsa, terutama karena banyak penganggur berasal dari kelompok terdidik.

"Ini bencana. Lulusan D3 dan S1 nganggur bencana di atas bencana. Karena mereka sudah mendapat banyak pendidikan dan training tapi tidak digunakan," ujar Mardani lewat akun X miliknya, Kamis, 12 Februari 2026.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya persoalan mendasar antara sistem pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Ia mendorong perubahan besar dalam tata kelola pendidikan dan kebijakan industri nasional.

"Mesti ada revolusi sistem pendidikan tinggi yg memastikan lulusannya mampu bersaing termasuk globally dan kemampuan negara menyiapkan industri serta mempercepat FDI. Karena jika tidak, ini bahan bakar negatif untuk perubahan sosial tdk terencana," tegasnya.

Mardani menekankan, tanpa perbaikan menyeluruh pada sistem pendidikan dan penciptaan lapangan kerja melalui penguatan industri serta percepatan investasi asing langsung (FDI), angka pengangguran terdidik berpotensi menjadi masalah sosial yang lebih besar di masa mendatang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya