Berita

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel (Foto: El Litero)

Dunia

Kuba Nilai Blokade Minyak AS Ancam Stabilitas Kawasan dan Dunia

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 12:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Kuba mengecam keras langkah terbaru Amerika Serikat yang kembali meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Havana melalui pembatasan pasokan minyak. 

Kebijakan Washington itu dinilai sebagai bentuk agresi terbuka yang tidak hanya menyasar Kuba, tetapi juga menekan negara-negara lain agar memutus kerja sama energi dengan pulau Karibia tersebut.

"Pemerintah Revolusioner mengutuk keras peningkatan eskalasi baru oleh pemerintah AS terhadap Kuba dalam upayanya untuk memberlakukan blokade total terhadap pasokan bahan bakar ke negara kami,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip pada Kamis, 12 Februari 2026.


Kecaman tersebut berkaitan dengan perintah eksekutif Presiden Amerika Serikat yang diterbitkan pada 29 Januari 2026, yang menetapkan apa yang disebut sebagai keadaan darurat nasional. 

Melalui kebijakan itu, Washington membuka ruang untuk menjatuhkan tarif perdagangan terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba. 

Havana menolak dituduh sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS. Pemerintah Kuba menyebut dalih itu sebagai kebohongan yang disengaja untuk membenarkan kebijakan agresif. 

"Di antara tuduhan tersebut adalah pernyataan yang tidak masuk akal bahwa Kuba merupakan 'ancaman yang tidak biasa dan luar biasa' terhadap keamanan nasional AS," tegas pernyataan tersebut.

Menurut Havana, kebijakan ini memperlihatkan praktik pemerasan dan pemaksaan terhadap negara ketiga. AS dituding menggunakan ancaman dan tekanan langsung untuk mencegah masuknya bahan bakar ke Kuba. 

“Dengan keputusan ini, pemerintah Amerika Serikat, melalui pemerasan, ancaman, dan paksaan langsung terhadap negara-negara ketiga, berupaya memberikan tekanan tambahan pada langkah-langkah pencekikan ekonomi yang telah diberlakukan sejak masa jabatan pertama Trump,” lanjut pernyataan itu.

Pemerintah Kuba menegaskan bahwa perintah eksekutif tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional serta mencederai komitmen kawasan Amerika Latin dan Karibia sebagai Zona Damai. 

Kuba menilai kebijakan Washington justru mengancam stabilitas dan perdamaian global. 

“Hal ini menegaskan bahwa pemerintah negara itulah yang mengancam keamanan, stabilitas, dan perdamaian di kawasan dan dunia,” demikian ditegaskan.

Menutup pernyataannya, Kuba menegaskan keteguhan menghadapi tekanan tersebut dan menyerukan penolakan internasional terhadap agresi sepihak. 

"Kita akan menghadapi serangan baru ini dengan ketegasan, ketenangan, dan keyakinan bahwa akal sehat sepenuhnya berada di pihak kita. Keputusannya hanya satu: Tanah Air atau Kematian, Kita Akan Menang!” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya