Berita

Puluhan warga Pati gelar tumpengan di depan Gedung Merah Putih KPK (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

Apresiasi OTT, Warga Pati Gelar Tumpengan di KPK

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 11:45 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puluhan warga Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar tumpengan di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis siang, 12 Februari 2026.

Selain membawa tumpeng, mereka juga membawa karangan bunga bertuliskan, “Terimakasih Kepada KPK Atas Komitmen dan Keberaniannya Usut Tuntas OTT di Pati Demi Tegaknya Keadilan dan Pemberantasan Korupsi”, serta membentangkan spanduk dan bendera organisasi.

Setibanya di lokasi, sejumlah orator menyampaikan orasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan tumpengan yang diawali pembacaan zikir bersama sambil duduk bersila.


Aksi tersebut merupakan bentuk apresiasi warga atas operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Pati, Sudewo, dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

Dalam OTT yang dilakukan pada Januari 2026, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Sudewo (Bupati Pati periode 2025–2030), Abdul Suyono (Kades Karangrowo, Jakenan), Sumarniono (Kades Arumanis, Jaken), dan Karjan (Kades Sukorukun, Jaken). KPK turut mengamankan uang tunai sekitar Rp2,6 miliar sebagai barang bukti.

Kasus ini bermula dari dugaan praktik pungutan terhadap calon perangkat desa (Caperdes) dalam rencana pengisian ratusan jabatan yang kosong. Tarif yang dipatok berkisar Rp165 juta hingga Rp225 juta per orang dan diduga disertai ancaman jika tidak mengikuti ketentuan. Dana yang terkumpul kemudian diduga mengalir melalui sejumlah pihak hingga ke Bupati.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya