Berita

Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (Foto: Dok. RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Pemerintah Peringatkan Bursa: Kehormatan Negara Dipertaruhkan

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 07:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah secara tegas menyatakan akan memperketat pengawasan di pasar modal Indonesia menyusul gejolak yang terjadi baru-baru ini. 

Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, memberikan peringatan langsung kepada para pelaku pasar dari Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini diambil guna memulihkan kepercayaan publik dan memastikan perlindungan maksimal bagi para investor, khususnya investor ritel yang dinilai paling rentan terdampak.


Dalam pernyataannya, Hashim menekankan bahwa pasar saham tidak dapat berfungsi tanpa fondasi kepercayaan yang kuat. Ia menegaskan posisi pemerintah yang tidak akan tinggal diam terhadap ketidakwajaran di pasar.

“Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat dan saya serius,” ujar Hashim di Jakarta, Rabu 11 Februari 2026. 

Ia menambahkan bahwa kredibilitas adalah kunci utama keberhasilan pasar modal. 

“Ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas,” tuturnya.

Hashim juga menyoroti adanya anomali pada nilai price to earnings ratio (PER) sejumlah emiten yang dianggap sudah di luar nalar. Ia menyebutkan angka-angka yang sangat tinggi sebagai indikasi ketidaksehatan pasar.

Ia menyebut ada PER 167, bahkan terdapat rasio yang menyentuh 900, 1.200 hingga 4.000.

Kondisi ini, menurut Hashim, telah memicu kemarahan Presiden Prabowo Subianto karena dianggap merugikan masyarakat kecil dan mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional.

“Kehormatan negara kita dipertaruhkan dan para investor ritel banyak yang telah dirugikan,” tegas Hashim dengan nada serius.

Menanggapi tekanan dan arahan tersebut, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI yang baru ditunjuk, Jeffrey Hendrik, menyatakan kesiapan instansinya untuk segera berbenah. Jeffrey menegaskan bahwa BEI akan mempercepat langkah transparansi, termasuk publikasi daftar konsentrasi pemegang saham.

“Kami tentu sangat senang mendapatkan perhatian dan dukungan,” kata Jeffrey. Terkait hubungan dengan index provider global seperti MSCI, ia menambahkan, “Kami tidak bisa memberikan kesimpulan. Kami tidak bisa memberikan opini terkait bagaimana dengan MSCI. Yang dapat kami sampaikan kepada publik adalah proses yang sedang dan akan kami lakukan.”

Langkah perbaikan ini juga beriringan dengan rencana OJK untuk merampungkan proses demutualisasi bursa pada kuartal I 2026 demi reformasi pasar modal yang lebih menyeluruh.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya