Berita

Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh pada 26 November 2025. (Foto: Istimewa)

Nusantara

13 Desa di Aceh Hilang Total

Akibat Banjir dan Tanah Longsor
KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 06:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh pada 26 November 2025 lalu, tidak hanya merenggut korban jiwa tetapi juga menghapus permukiman masyarakat dari peta.

“Ada 13 desa yang hilang total,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah saat rapat koordinasi bersama pimpinan MPR di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa 10 Februari 2026.

Wagub Aceh yang akrab disapa Dek Fadh itu memaparkan, delapan daerah mengalami kerusakan paling parah akibat bencana tersebut. Data mencatat 562 orang meninggal dunia, 29 orang masih dinyatakan hilang, dan hingga kini 17.756 kepala keluarga atau 69.222 jiwa masih berada di pengungsian.


Kerusakan infrastruktur terjadi secara luas. Pemerintah Aceh mencatat 222 kantor pemerintahan, 641 tempat ibadah, 1.204 sekolah, 738 dayah, serta 146 rumah sakit dan puskesmas terdampak. Selain itu, 2.507 titik jalan dan 599 titik jembatan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan beragam.

“Untuk rumah rusak berat dan hilang mencapai lebih kurang 95 ribu unit. Rusak sedang sekitar 88 ribu unit, dan rusak ringan 77 ribu unit,” kata Dek Fadh dikutip dari RMOLAceh.

Di sektor pertanian dan peternakan, sekitar 77 ribu ekor ternak terdampak, 56 ribu hektare sawah rusak, 100 ribu hektare kebun terdampak, serta 30 ribu hektare tambak mengalami kerusakan.

Dek Fadh menjelaskan, pada fase awal bencana jumlah warga terdampak mencapai sekitar 2,5 juta jiwa. Seiring waktu, jumlah pengungsi mulai berkurang.

“Pengungsi berkurang karena sebagian memilih dana tunggu hunian (DTH) dan sebagian sudah menempati hunian sementara, meski belum semuanya selesai dibangun,” kata Dek Fadh.

Saat ini, kebutuhan hunian sementara (huntara) diperkirakan mencapai 15 ribu unit. Namun, baru 4.400 unit yang terbangun, sekitar 10 ribu unit masih dalam proses, dan 1.300 unit lainnya belum memiliki kepastian pembangunan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Bripda Nopandri Anggota Polres Katingan Ditemukan Wafat Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:06

GreenBus Pertamina, Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:46

Aipda Endang Karyana Gugur usai Tertabrak Tugas di Tol Joglo

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:39

Bank Mandiri Taspen Gelar Appreciation Night Bersama Media di Pantai Sanur

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:10

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda dan PJU Mabes

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34

Ulang Tahun, Dasco Ucapkan Selamat untuk Nadiem Makarim

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08

Terus Ada, Ada Terus, BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial 80 Tahun Pengabdian

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:44

Partai Demokrat Ajak Publik Terlibat Tentukan Logo HUT ke-25

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:52

Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Ini Jadwalnya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25

KAI Group Angkut 258,99 Juta Penumpang di Semester I 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:57

Selengkapnya