Berita

Talkshow & Roadshow Bedah Buku bertajuk "Muslim Ahmadiyah dan Indonesia: 100 Tahun Keberagamaan & Kerja Kemanusiaan", yang salah satunya diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan.(Foto: Istimewa)

Nusantara

Rayakan Satu Abad di Indonesia

Ahmadiyah Serukan Solidaritas Kemanusiaan

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 03:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) merayakan kiprah 100 tahun pengabdian di Indonesia, dengan fokus pada keberagaman dan kerja kemanusiaan. 

Perayaan ini diwarnai dengan rangkaian Talkshow & Roadshow Bedah Buku bertajuk "Muslim Ahmadiyah dan Indonesia: 100 Tahun Keberagamaan & Kerja Kemanusiaan", yang salah satunya diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Buku antologi yang dibedah merupakan karya yang merekam testimoni dari 100 tokoh nasional mengenai kiprah Ahmadiyah. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertegas komitmen JAI dalam merawat kebhinekaan melalui moto yang konsisten digaungkan: Love for All, Hatred for None.
 

 
Amir Daerah JAI Sulawesi Selatan, Barat, dan Tengah, Ashraf Ahmad Muhiddin menekankan bahwa kehadiran Ahmadiyah di Indonesia Timur bukan sekadar eksistensi keagamaan, melainkan bagian dari denyut nadi masyarakat melalui berbagai bakti kemanusiaan inklusif, seperti donor mata rutin dan bantuan bencana.

“Meskipun sering menghadapi persekusi, jemaat Ahmadiyah secara konsisten memilih jalan damai dan tidak pernah membalas dengan kekerasan, meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ujar Ashraf dalam keterangannya, dikutip Kamis 12 Februari 2026.
 
Sedangkan Akademisi Prof. KH. Afifuddin Harissa menyoroti bahwa toleransi di Indonesia sering kali masih berhenti pada taraf slogan. Ia menekankan perlunya dekonstruksi prasangka dan pembukaan ruang dialog akademik yang lebih sehat.

“Kita perlu menyempurnakan sikap toleransi sebagai esensi dari ajaran Islam itu sendiri,” kata Prof. Afifuddin.
 
Senada dengan hal tersebut, tokoh pluralisme Prof. Qasim Mathar memberikan catatan kritis mengenai peran lembaga keagamaan dalam menjaga harmoni. Ia menyerukan agar lembaga seperti MUI berani mereformasi diri dan mencabut sekat-sekat dogmatis yang menghambat persaudaraan kebangsaan.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan NKRI dan sesi diskusi yang mempertemukan berbagai perspektif dari kelompok minoritas maupun mayoritas di Sulawesi Selatan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya