Ilustrasi. (Foto: AI)
Ilustrasi. (Foto: AI)
KEMENTERIAN Pertanian mengklaim bahwa sepanjang tahun 2025 produksi beras nasional sebesar 34,69 juta ton. Meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan tahun 2024. Diklaim surplus beras sebesar 3,52 juta ton. Sementara luasan panen sebanyak 11,32 juta hektar atau meningkat 12,69 persen.
Perhitungan produksi beras nasional tersebut didasarkan pada asumsi perhitungan rendemen konversi Gabah Kering Giling (GKG) menjadi beras sebesar 64,12 persen. Sebuah asumsi yang sebetulnya juga kurang representatif karena hanya didasarkan pada satu musim kemarau di bulan Agustus-September 2025. Apalagi dipengaruhi oleh obsesi untuk penyerapan gabah oleh Bulog yang menurunkan kualitas beras dan otomatis rendemen.
Kalau mau rasional, sebetulnya yang lebih mendekati kenyataan adalah hitungan dari USDA (United State Departement Of Agriculture) yang angkanya sebesar 57,69 persen. Data rendemen USDA ini juga menjadi lebih aman juga bagi kepentingan nasional agar kita tidak bias politik.
Populer
Senin, 02 Februari 2026 | 13:47
Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49
Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34
Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36
Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41
Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36
UPDATE
Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02
Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30
Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13
Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00
Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45
Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28
Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13
Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04
Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50
Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38