Berita

ILustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Strategi Paramount Jegal Akuisisi Warner Bros oleh Netflix

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 21:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Paramount Skydance melancarkan manuver terbaru untuk merebut Warner Bros Discovery (WBD) dari tangan Netflix. 

Meski nilai tawaran utama tetap di angka 30 Dolar AS per saham, Paramount kini menyertakan berbagai "pemanis" finansial untuk menggoda pemegang saham.

Untuk meyakinkan dewan direksi WBD, Paramount menawarkan komitmen. Pertama, mereka membayar denda pembatalan sebesar 2,8 miliar Dolar AS yang harus dibayar WBD jika memutus kontrak dengan Netflix.


Kedua, menyiapkan dana hingga 1,5 miliar Dolar AS untuk biaya pertukaran utang serta tetap menjamin reverse termination fee sebesar 5,8 miliar Dolar AS.

Ketiga, memberikan pembayaran tunai per kuartal kepada pemegang saham jika proses kesepakatan mengalami penundaan.

Keempat, aset jaringan televisi (CNN, TNT) akan dipisahkan menjadi entitas baru bernama Discovery Global.

CEO Paramount, David Ellison, mengklaim bahwa tawaran mereka memberikan jalur regulasi yang lebih pasti dibandingkan Netflix yang kini tengah ditelaah oleh Departemen Kehakiman AS terkait praktik anti-persaingan.

“Kami melakukan peningkatan yang bermakna - mendukung penawaran ini dengan miliaran Dolar, memberi kepastian nilai bagi pemegang saham, jalur regulasi yang jelas, serta perlindungan dari volatilitas pasar," ujar David Ellison.

Paramount juga memperingatkan investor bahwa nilai tunai dari Netflix bisa merosot hingga 23,20 Dolar AS per saham akibat ketidakpastian kondisi keuangan Discovery Global saat pemisahan bisnis nanti.

Meski Paramount telah menaikkan jaminan pribadi dari Larry Ellison menjadi 43,3 miliar Dolar AS, analis tetap skeptis.

“Kesepakatan yang ‘dimaniskan’ ini kecil kemungkinan membuat Warner Bros beralih dari Netflix ke Paramount. Paramount seperti melempar spaghetti ke dinding dan berharap ada yang menempel,” kata Ross Benes, analis senior Emarketer.

Hingga saat ini, dewan direksi Warner Bros tetap merekomendasikan kesepakatan dengan Netflix, namun berjanji akan meninjau proposal revisi Paramount sebelum batas waktu 20 Februari 2026.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya