Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Setpres)

Politik

Prabowo Marah Besar Peringatan MSCI Bikin IHSG Anjlok

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 20:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan marah besar setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) memicu gejolak di pasar modal Indonesia.

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo menceritakan kemarahan Prabowo terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus anjlok dan sempat mengalami trading halt dua hari beruntun.

"Presiden Prabowo sangat marah. Dia sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama terkait kehormatan negara kita yang terancam," ujar Hashim dalam di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.


Menurutnya, kemarahan itu dipicu karena peringatan MSCI dinilai mencoreng kehormatan Indonesia di mata global. Selain itu, gejolak pasar membuat banyak investor ritel merugi.

"Investor ritel, banyak yang menjadi korban, kan? Banyak yang menjadi korban. Jadi ini sangat penting," tegasnya.

Politikus Gerindra ini menyebut peringatan itu juga mempertaruhkan reputasi OJK dan BEI.

Dengan demikian, pemerintah disebut akan memperketat pengawasan terhadap otoritas pasar modal guna menjaga kredibilitas dan kehormatan negara.

"Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," imbuh Hashim.

Dalam pengumumannya, MSCI menyoroti transparansi kepemilikan dan free float saham di Indonesia. Otoritas pasar modal diberi waktu hingga Mei 2026 untuk melakukan perbaikan, dengan risiko penurunan bobot dalam indeks Emerging Market, bahkan potensi degradasi menjadi Frontier Market jika tak ada pembenahan.

Gejolak pasar saham itu membuat pimpinan OJK dan BEI mengundurkan diri massal pada akhir Januari lalu. Pengunduran diri pertama kali disampaikan Dirut BEI Iman Rachman, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) Aditya Jayaantara.

Tak lama berselang, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara ikut menyatakan pengunduran dirinya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya