Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bitcoin Tertekan, Harga Merosot ke 67.209 Dolar AS

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 20:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin belum menunjukkan perbaikan dan terus merosot  sekitar 2,04 persen dalam 24 jam terakhir ke level 67.209 Dolar AS pada Rabu sore, 11 Februari 2026, menurut data CoinMarketCap.

Penurunan kali ini hampir sejalan dengan penurunan 2,34 persen pada total kapitalisasi pasar kripto, mencerminkan keterkaitan kuat Bitcoin dengan kondisi pasar global, terutama karena korelasinya mencapai 77 persen dengan ETF Russell 2000 (IWM), yang berfokus pada saham berkapitalisasi kecil.

Korelasi tersebut menandakan bahwa pergerakan Bitcoin saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor makroekonomi, khususnya efek berantai dari pengurangan utang (deleveraging) di pasar derivatif.


Pelemahan harga semakin dalam karena banyaknya posisi leverage yang terpaksa ditutup. Total open interest di pasar kripto turun 9,58 persen menjadi 519,61 miliar Dolar AS. Sementara itu, tingkat pendanaan rata-rata berubah menjadi negatif di -0,001563 persen, menandakan para trader harus membayar untuk mempertahankan posisi short.

Kondisi ini memicu gelombang likuidasi Bitcoin senilai 79,3 juta Dolar AS hanya dalam 24 jam. Dari jumlah tersebut, 66 persen berasal dari posisi long, yang menunjukkan banyak investor bullish terpaksa keluar akibat tekanan harga.

Pergerakan aset digital utama juga tidak berdiri sendiri. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan ikut turun 2,34 persen. Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat korelasi kuat sebesar 0,77 dengan ETF iShares Russell 2000 (IWM) dan 0,50 dengan ETF SPDR S&P 500 (SPY). Ini menegaskan bahwa aset kripto kini semakin sensitif terhadap dinamika pasar saham AS.

Kombinasi tekanan makro dan pelepasan posisi besar-besaran di pasar derivatif membentuk sentimen bearish jangka pendek. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada kemampuan pasar spot untuk menyerap tekanan jual, terutama jika harga kembali menguji area support di sekitar 67.913 Dolar AS .

Jika level ini gagal bertahan, bukan tidak mungkin penurunan lanjutan akan memicu gelombang likuidasi baru.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya