Berita

Jurubicara KPK Budi Prasetyo. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

KPK Ajak Introspeksi Kolektif Lawan Korupsi Buntut Skor IPK Turun

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 17:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penurunan skor Corruption Perceptions Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025 menjadi alarm keras bahwa praktik korupsi di Tanah Air belum menyentuh akar persoalan. 

Kondisi ini dipandang bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan turunnya kepercayaan publik terhadap komitmen nasional dalam pemberantasan korupsi.

Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengatakan, bahwa lembaganya tetap mengapresiasi Transparency International Indonesia (TII) yang secara konsisten mengukur persepsi publik global terhadap upaya pemberantasan korupsi, termasuk di Indonesia.


"Kami memaknai, CPI bukan sekadar angka, namun harus dipandang sebagai panggilan kuat untuk introspeksi dan akselerasi pemberantasan korupsi ke depan secara kolektif," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menegaskan, CPI merupakan cerminan kepercayaan publik terhadap komitmen nasional dalam memerangi praktik korupsi sekaligus peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

"Karena CPI adalah cerminan kepercayaan publik terhadap komitmen nasional dalam memerangi praktik korupsi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan," terang Budi.

Menurutnya, CPI tahun ini juga menyoroti persoalan demokrasi dan kebebasan sipil. Dalam konteks tersebut, KPK ikut berperan mendorong terwujudnya ekosistem demokrasi dan politik yang berintegritas.

"Dalam konteks pemberantasan korupsi, KPK juga masuk untuk mendukung perwujudan ekosistem demokrasi dan politik yang berintegritas, baik melalui pendekatan upaya pendidikan, pencegahan, maupun penindakan," jelas Budi.

KPK, lanjut dia, juga membuka ruang lebar bagi keterlibatan publik dalam agenda antikorupsi. Budi berharap, setiap progres penegakan hukum oleh KPK diikuti langkah nyata para pemangku kepentingan lain.

"Oleh karena itu, untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi, kami berharap setiap progresifitas penegakan hukum oleh KPK, ditindaklanjuti dengan komitmen dan langkah nyata seluruh pemangku kepentingan, untuk memastikan persoalan korupsi tidak kembali terjadi," tuturnya.

Masih kata Budi, fakta penindakan yang mengungkap praktik korupsi berulang menjadi catatan serius. Hal itu menandakan komitmen perbaikan pada ranah pencegahan masih harus ditingkatkan.

Dalam strategi pencegahan berkelanjutan, KPK melakukan pengukuran melalui Survei Penilaian Integritas (SPI), yang memetakan persoalan dan memberi rekomendasi perbaikan pada kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

"Oleh karena itu, yang terpenting adalah bagaimana seluruh pemangku kepentingan ini menindaklanjuti hasil SPI tersebut," tegas Budi.

KPK juga menyoroti sektor pendidikan melalui pengukuran perilaku koruptif. KPK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengukur permasalahan korupsi dalam konteks sebagai sebuah perilaku (koruptif) pada sektor pendidikan, melalui pengukuran Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK).

"KPK berharap, setiap temuan dalam CPI, SPI, maupun IPAK menjadi basis perbaikan ke depan oleh setiap unsur pemangku kepentingan dengan lebih serius dan kolaboratif," pungkas Budi.

IPK atau CPI Indonesia tahun 2025 berada di skor 34. Skor tersebut turun 3 poin dari tahun sebelumnya, 2024 yang berada di angka 37. Dari skor tersebut, Indonesia menempati peringkat 109 dari 180 negara yang dilibatkan. Sedangkan pada 2024, Indonesia berada di peringkat 99.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya