Berita

Ilustrasi. (Foto: artificial intelligence)

Jaya Suprana

Mengupas Multi Makna Kata 'Lagi'

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 17:18 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERNYATA Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) inkonsisten dalam memaknakan kata. Alih-alih mengoreksi kekeliruan malah membenarkan keliru-kaprahan yang telah terlanjur dianggap benar oleh masyarakat. KBBI kerap memaknakan satu kata yang sama dalam beberapa makna yang saling beda satu dengan lainnya.

KBBI memulti-manakan kata “lagi” sebagai: 

1 adv “sedang” (dalam keadaan melakukan dan sebagainya); masih: jangan berisik, ayah lagi tidur;
2 adv “tambah sekian” (atau sedemikian) pula: tunggu sebentar lagi

2 adv “tambah sekian” (atau sedemikian) pula: tunggu sebentar lagi
3 adv “kembali” (berbuat dan sebagainya) seperti semula; berulang seperti semula; pula: kemarin sudah menonton, sekarang hendak menonton lagi
4 p dan; “serta”; juga: anak itu pandai lagi rajin; istrinya muda, cantik, lagi kaya; 
5 p partikel yang dipakai untuk menekankan kata atau kalimat yang mendahuluinya (mengandung makna; “sama sekali”, “betul-betul”, “amat sangat”, dan sebagainya): kekejaman tentara penjajah sungguh tak terkatakan lagi; penderitaan rakyat Ethiopia sudah tidak tertahan lagi; “lagi pula”; “lebih-lebih”; “dan lagi”; “tambahan pula”; “lagi pun”; “lagi pula”; “lagi-lagi” adv “berulang lagi”; “kembali lagi”: lagi-lagi  mau pinjam uang; lagi-lagi kau berkelahi dengan dia; “la·gi·an” adv cak lagi pula; “tambahan lagi”: lagian apa gunanya aku datang; “se·la·gi” adv 1 selama (masih, belum); “sementara” (“masih, belum”): selagi hayat dikandung badan, tidak akan lupa; 2 “ketika”; “pada masa”; “semasa”: pada malam hari, selagi orang tidur, ia keluar dari tempat persembunyiannya.

Mungkin karena memang pada dasarnya konservatif, maka saya bertahan menggunakan kata “lagi”, bukan dalam makna “sedang” namun dalam makna “tambah sekian”, “kembali”, “juga” dan “betul-betul”.

Mohon dimaafkan saya selalu menghindari kata “lagi” dalam makna sedang namun konsisten serta konsekuen dalam makna tambah sekian, kembali, juga dan betul-betul.

Saya juga tidak segan menggunakan kata “lagi-lagi” bukan dalam makna sedang-sedang tetapi dalam makna berulang lagi atau kembali.

Maka saya tidak menggunakan kata “lagi” dalam arti sedang seperti di dalam kalimat: jangan berisik, ayah lagi tidur namun: jangan berisik, ayah sedang tidur. Saya tidak menulis “selagi” namun “selama” hayat dikandung badan dan malam hari bukan “selagi” namun “ketika” orang tidur.

Sebenarnya tidak susah mengganti kata “lagi” dengan “sedang” meski jangan sekali-kali mengganti istilah “lagi-lagi” menjadi “sedang-sedang”.

Namun memang tidak mudah mengoreksi kekeliruan kolektif dalam berbahasa apalagi (bukan apasedang) jika masyarakat mengaprahkan kekeliruan yang sudah terlanjur dianggap benar, akibat masyarakat sudah terbiasa dengan makna kata yang keliru.

Seperti yang lagi-lagi terjadi pada “Konsumerisme”, “Machiavellisme”, “salah satu”, “ulang tahun”, “semena-mena”, “canggih” yang secara kolektif terlanjur dianggap benar, padahal sebenarnya keliru.

*) Penulis adalah budayawan dan pendiri MURI.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya