Berita

Ilustrasi: Sidang Paripurna Kabinet. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Manuver PKB dan PAN Angkat Isu Pilpres Ganggu Kinerja Pemerintah

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 16:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diprediksi bakal terganggu akibat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) mengangkat isu pemilihan presiden (Pilpres) 2029.

Pengamat politik, Arifki Chaniago memandang konstelasi di internal Kabinet Merah Putih mulai makin memperlihatkan gelagat politik partai satu sama lain.

"Risikonya bukan pada berhentinya kerja pemerintahan, melainkan pada terbelahnya fokus. Program bisa tetap dijalankan, tetapi orientasinya tidak lagi sepenuhnya teknokratis," ujar Arifki kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.


Menurut dia, KMP berpotensi memasuki fase yang lebih politis, ketika sinyal kekuasaan mulai terbaca.

"Aktivitas kementerian dan kebijakan publik cenderung mendapat tafsir politik yang lebih kuat. Program pemerintah tetap berjalan, tetapi setiap langkah lebih mudah dikaitkan dengan kepentingan jangka menengah," tuturnya.

Arifki menilai, dinamika politik elektoral yang terjadi seperti sekarang ini lazim dalam sistem presidensial multipartai, namun yang membedakan adalah kecepatan munculnya wacana elektoral.

"Ketika pembicaraan politik Pilpres hadir terlalu awal, ruang netral kabinet dinilai semakin menyempit. Situasi tersebut juga dinilai dapat memengaruhi sikap partai-partai lain yang belum menyatakan posisi," ucapnya.

Oleh karena itu, Arifki meyakini ketidakpastian arah politik membuka ruang manuver, sekaligus meningkatkan intensitas komunikasi politik di luar jalur formal pemerintahan. 

"Dampak nyata dari wacana ini sangat bergantung pada bagaimana elite mengelola sinyal tersebut. Selama tidak diikuti langkah-langkah formal dan keputusan politik yang mengikat, dinamika ini masih berada pada tahap awal," jelasnya.

“Dalam politik, sinyal sering kali lebih berpengaruh daripada keputusan resmi,” pungkas Arifki.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya