Berita

Kementerian Agama meluncurkan Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M untuk menghadirkan Ramadan yang menggembirakan, produktif, dan khusyuk (Foto: Bimas Islam Kemenag)

Nusantara

Kemenag Luncurkan Joyful Ramadan Mubarak: Dari Sakinah Funwalk hingga Qari Goes to Campus

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 15:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M untuk menghadirkan Ramadan yang menggembirakan, produktif, dan khusyuk. 
Program ini menekankan layanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan berdampak langsung, sekaligus memperkuat peran negara dalam mendekatkan umat dengan ajaran agamanya.
Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu mengatakan, Joyful Ramadan lahir dari mandat utama Kemenag untuk mempererat hubungan umat dengan nilai-nilai keagamaan. Ia menekankan, kedekatan terhadap ajaran agama berbanding lurus dengan terciptanya kehidupan sosial yang damai dan harmonis.

“Tugas Kementerian Agama adalah mendekatkan umat dengan ajarannya. Semakin dekat umat dengan agama, semakin damai kehidupan ini. Ramadan menjadi momentum paling tepat untuk memastikan kedekatan itu benar-benar terwujud,” ujar Ismail kepada media di Jakarta, Selasa 10 Februari 2026. 


Program ini menitikberatkan tiga hal: ibadah yang menggembirakan dan optimistis, penguatan solidaritas sosial, serta produktivitas keberagamaan yang edukatif dan solutif. Semua kegiatan melibatkan ulama, ormas, akademisi, dan komunitas agar dampaknya terasa nyata bagi umat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menambahkan, Joyful Ramadan menjadi agenda strategis Ditjen Bimas Islam dalam mengoptimalkan layanan keagamaan selama bulan suci. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum penting untuk menghadirkan program yang langsung menjawab kebutuhan umat.

Abu menjelaskan, pelaksanaan Joyful Ramadan difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan layanan keagamaan melalui optimalisasi peran masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan, Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai simpul pembinaan keluarga sakinah, serta penyuluh agama sebagai agen literasi keagamaan di tengah masyarakat.

“Ramadan bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, ketahanan keluarga, dan distribusi filantropi produktif,” kata Abu.

Rangkaian Joyful Ramadan mencakup berbagai agenda nasional, mulai dari Tarhib Ramadan, Bersih-Bersih Masjid, Indonesia Berdaya Ramadan, Hilal Observation Coaching dan Sidang Isbat, hingga Takbir Akbar dan Salat Idulfitri. Seluruh program dilaksanakan secara terkoordinasi hingga ke tingkat daerah.

“Melalui Joyful Ramadan, kami ingin menghadirkan Ramadan yang menggembirakan, bermakna, dan berdampak. Negara hadir untuk melayani, membersamai, dan menguatkan umat dalam menjalani ibadah dengan tenang dan penuh harapan,” pungkas Abu.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya