Berita

Peta Eritrea dan Ethiopia (Foto: Daily Tribune)

Global

Eritrea Bantah Keras Tudingan Militernya Masuk Teritori Ethiopia

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 14:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan geopolitik di kawasan Tanduk Afrika kembali memanas setelah Eritrea secara tegas membantah tuduhan terkait keberadaan pasukannya di wilayah Ethiopia.

Perselisihan terbaru mencuat setelah pemerintah Ethiopia menuntut Eritrea untuk segera menarik pasukannya dari wilayah Ethiopia. 

Tuduhan tersebut memperpanjang daftar konflik diplomatik kedua negara yang memiliki rekam jejak hubungan bilateral penuh gesekan dan rivalitas historis.


Menteri Informasi Eritrea, Yemane Gebremeskel, mengecam keras tudingan Addis Ababa. Ia menilai klaim tersebut sebagai serangan politik yang tidak memiliki landasan faktual. 

“Tuduhan yang jelas-jelas salah dan dibuat-buat terhadap Eritrea, sangat mengejutkan dalam nada dan substansinya, motivasi yang mendasarinya, dan tujuan utamanya," tegasnya dalam pernyataan resmi, seperti dimuat AFP, Selasa, 10 Februari 2026. 

Menurut Yemane, tuduhan yang dilayangkan Ethiopia bukan sekadar kesalahpahaman diplomatik, melainkan bagian dari pola tekanan sistematis terhadap Eritrea yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. 

“Sayangnya, ini merupakan tindakan tercela lainnya dalam pola dan spiral kampanye permusuhan terhadap Eritrea yang telah berlangsung lebih dari dua tahun terakhir,” lanjutnya.

Yemane, juga menegaskan tidak memiliki kepentingan untuk memperuncing konflik. Pemerintah Eritrea menyatakan komitmennya untuk menghindari eskalasi yang berpotensi memperburuk stabilitas regional. 

“Eritrea tidak memiliki keinginan atau hasrat untuk terlibat dalam permusuhan yang tidak berarti yang dapat menambah bahan bakar dan memperburuk situasi,” ujar Yemane.

Di sisi lain, Ethiopia menuding Eritrea menjalin kolaborasi dengan kelompok pemberontak yang memerangi pasukan federal, khususnya di wilayah Amhara. 

Pemerintah Ethiopia bahkan menyebut aktivitas tersebut bukan sekadar provokasi, melainkan bentuk agresi terbuka yang mengancam kedaulatan negaranya.

Hubungan Eritrea dan Ethiopia memang sarat sejarah konflik panjang. Setelah Eritrea meraih kemerdekaan pada 1993, kedua negara terlibat perang perbatasan berdarah pada 1998-2000 yang menewaskan puluhan ribu orang. 

Meski sempat berdamai dan bekerja sama dalam konflik Tigray 2020-2022, ketegangan kembali mencuat pasca perjanjian damai Pretoria yang hingga kini belum sepenuhnya meredakan rivalitas kedua negara. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya