Berita

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez (Foto: Ciber Cuba)

Dunia

Majelis Nasional Venezuela Tunda Pemilu Sampai Situasi Stabil

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 13:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemilihan umum di Venezuela tidak akan digelar dalam waktu dekat, seiring otoritas negara memprioritaskan upaya stabilisasi nasional. 

Hal tersebut disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez dalam wawancaranya dengan Newsmax, seperti dikutip Selasa, 10 Februari 2026. 

Rodríguez menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memulihkan serta memperkuat institusi-institusi negara sebelum melangkah ke tahapan penyelenggaraan pemilu. 


Menurutnya, pemilu hanya dapat dilakukan jika kondisi politik dan kelembagaan sudah kembali solid.

"Satu hal yang bisa saya katakan adalah bahwa tidak akan ada pemilihan dalam periode segera ini, ketika stabilisasi harus dicapai. Apa yang kami sepakati saat ini, apa yang sedang kami kerjakan saat ini, adalah apa yang kami sebut reinstitusionalisasi negara sehingga setiap institusi negara dapat kembali mempunyai kekuatan penuh dan pengakuan penuh oleh semua orang,” ujar Rodríguez.

Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan norma konstitusi Venezuela, pemilu tidak dapat dipanggil selama masih terdapat status ketiadaan sementara pada jabatan presiden. 

Karena itu, pemerintah saat ini memusatkan perhatian pada penciptaan stabilitas politik dan ekonomi sebelum melangkah ke pemilihan nasional.

Delcy Rodríguez telah dilantik sebagai presiden sementara Venezuela setelah Nicolás Maduro diculik oleh Amerika Serikat pada Januari lalu. 

Sejak saat itu, pemerintahan sementara menekankan pentingnya konsolidasi internal dan ketenangan nasional di tengah tekanan eksternal.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya