Berita

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick (Foto: The Economic Times)

Dunia

Gedung Putih Abaikan Tekanan Kongres, Bela Mendag AS yang Terseret Kasus Epstein

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 12:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gedung Putih menyatakan dukungan penuh terhadap Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick, meski tekanan agar ia mundur terus menguat setelah dokumen terbaru mengaitkannya dengan mendiang penjahat seksual Jeffrey Epstein.

Juru bicara Gedung Putih Kush Desai menegaskan bahwa Lutnick tetap menjalankan tugasnya di tengah kritik dari Kongres AS.

“Presiden (Donald) Trump telah membentuk kabinet terbaik dan paling transformatif dalam sejarah modern. Seluruh pemerintahan Trump, termasuk Menteri Lutnick dan Departemen Perdagangan, tetap fokus untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Amerika,” kata Desai, sperti dikutip dari Associated Press, Selasa, 10 Februari 2026. 


Desakan pengunduran diri datang dari sejumlah legislator, termasuk anggota DPR Partai Republik Thomas Massie dan Senator Demokrat Adam Schiff, menyusul terungkapnya interaksi Lutnick dengan Epstein dalam berkas yang baru dirilis.

Dokumen tersebut menyebut Lutnick dan anggota keluarganya menerima undangan mengunjungi pulau pribadi Epstein pada 2012, serta adanya pertemuan pada 2011. 

Temuan ini bertentangan dengan klaim Lutnick sebelumnya yang menyatakan telah memutus seluruh hubungan dengan Epstein sejak 2005.

Meski tekanan politik meningkat, pemerintahan AS tidak menunjukkan tanda akan mengevaluasi posisi Lutnick. Kontroversi ini menambah sorotan publik terhadap tokoh-tokoh yang namanya muncul dalam arsip Epstein.

Di sisi lain, World Economic Forum (WEF) mengumumkan penyelidikan internal terhadap hubungan presidennya, Borge Brende, dengan Epstein, setelah laporan media mengungkap pertemuan dan komunikasi keduanya terkait gagasan peran WEF dalam tatanan global baru.

WEF menyatakan Brende akan tetap menjabat selama proses peninjauan berlangsung, namun tidak terlibat dalam investigasi, seraya menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen Epstein tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya