Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

BUMI Pimpin Perdagangan Pagi, Saham Bakrie Group Bergerak Beragam

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 10:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencuri perhatian pelaku pasar pada perdagangan pagi ini. Saham emiten batu bara tersebut bergerak agresif dan menjadi yang paling banyak ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 triliun. 

Hingga pukul 09.30 WIB, saham BUMI tercatat melonjak 6,67 persen ke level 256, mencerminkan derasnya arus beli di tengah membaiknya sentimen pasar.

Penguatan BUMI sejalan dengan kondisi pasar secara keseluruhan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 10 Februari 2026 dibuka di zona hijau dan terus melaju hingga naik sekitar 1 persen. 


Per pukul 09.30 WIB, IHSG menguat 83,89 poin ke level 8.115,76. Dari sisi breadth, sebanyak 479 saham menguat, 142 saham melemah, dan 337 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,54 triliun, dengan volume perdagangan 10,29 miliar saham dalam sekitar 550 ribu kali transaksi, mendorong kapitalisasi pasar naik ke Rp14.692 triliun.

Sementara itu, pergerakan saham lain di bawah naungan Bakrie Group menunjukkan dinamika yang berbeda. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) justru berada di bawah tekanan. 

Hingga pukul 10.00, saham BNBR diperdagangkan di level Rp85, turun 5 poin atau setara -5,56 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp90. Sejak awal perdagangan, saham ini sempat dibuka melemah cukup dalam di  Rp81, sebelum mencoba bangkit dan menyentuh level tertinggi harian di Rp88, lalu kembali bergerak stabil di area Rp85.

Dari sisi aktivitas, saham BNBR mencatat volume transaksi 5,94 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp500,85 juta. Frekuensi perdagangan mencapai 6.542 kali, mengindikasikan adanya aksi jual-beli yang cukup aktif di kalangan pelaku pasar.

Ke depan, perhatian investor masih akan tertuju pada berbagai sentimen eksternal dan domestik, mulai dari arah kebijakan bank sentral global hingga perkembangan sikap MSCI terhadap pasar saham Indonesia. 

Risiko penurunan status Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market menjadi perhatian serius, mengingat status tersebut berperan penting dalam menjaga aliran dana asing ke pasar modal domestik.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya