Berita

Wagub Aceh Fadhlullah berfoto bersama jajaran Pemprov Aceh dan Pemkab Bireuen serta para Keuchik di Kantor Camat Peusangan, Kabupaten Bireuen. (Foto: Humpro Adpim Aceh)

Nusantara

Mayoritas Warga Bireuen Kompak Tolak Huntara

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 04:26 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mayoritas Keuchik Gampong alias Kepala Desa terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, menyatakan warganya menolak pembangunan hunian sementara (huntara) dan memilih langsung hunian tetap (huntap), meski waktu realisasinya belum jelas. 

Sikap tersebut mengemuka dalam rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah di Kantor Camat Peusangan, pada Minggu 8 Februari 2026.

Keuchik Pante Baro Kumbang, Marwan, menyampaikan banyak rumah warga hanyut akibat bencana. Namun, setelah pendataan dan komunikasi berulang dilakukan, penolakan terhadap huntara tetap terjadi.


“Mereka bilang tidak mau huntara, tetap mau langsung huntap. Alasannya tidak mau bercampur antar masyarakat,” kata Marwan dikutip dari RMOLaceh, Selasa 10 Februari 2026.

Keuchik Raya Dagang, Mustafa, juga menyatakan penolakan warga karena rencana pembangunan huntara dilakukan secara terpusat di kecamatan, bukan di gampong asal. Sebagian warga bahkan memilih membersihkan rumah yang terendam lumpur dibandingkan pindah ke hunian sementara.

Keuchik Lueng Kuli, Andri Suheri, turut menyampaikan aspirasi serupa. Warganya meminta hunian tetap meski belum ada kepastian waktu pembangunan dari pemerintah.

Tenaga Ahli Kepala BNPB, Yan Namora, membenarkan temuan tersebut berdasarkan survei dan wawancara langsung di lapangan.

“Saya sudah verifikasi langsung, memang masyarakat Bireuen tidak mau huntara dan maunya huntap langsung,” kata Yan.

Namun, pembangunan hunian tetap belum dapat segera dilakukan karena masih menunggu proses validasi data. Dari 3.266 usulan Pemerintah Kabupaten Bireuen, BNPB masih menemukan sejumlah ketidaksesuaian.

“Dalam waktu dekat, 100 unit huntap akan dibangun setelah Surat Keputusan Bupati terbit,” kata Yan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya