Berita

Anies Baswedan ajak pria diduga intel foto bareng saat kunjungan ke Karanganyar, Jawa Tengah, pada Jumat 30 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Publika

Anies Diawasi Intel Melayu Bukan Pertama Kali, Tapi Selalu

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 04:20 WIB

DULU, di masa mahasiswa, saya diundang oleh Amir Husin Daulay untuk menjadi salah satu narasumber dalam sebuah forum diskusi mahasiswa di Universitas Nasional (Unas) Jakarta. 

Di forum itu hadir pula sebagai pembicara Andrinof A. Chaniago dan Agus Edy Santoso.  Seorang peserta yang hadir saya ingat bernama Andi Muhammad Asrun. Dia selalu nyinyir dan berbeda pendapat dengan saya dan kini aktif membela Joko Widodo alias Jokowi.

Forum itu keras.
Sejak judulnya, kritik terhadap Soeharto sudah terpampang tanpa tedeng aling-aling.

Sejak judulnya, kritik terhadap Soeharto sudah terpampang tanpa tedeng aling-aling.

Sebelum acara dimulai, Amir Husin Daulay berdiri dan berkata tegas:

“Yang bukan mahasiswa, silakan keluar.”

Tak ada yang bergerak.

Ruangan tetap penuh.
Tak satu pun bangkit.

Amir berhenti sejenak. Ia menatap sekeliling. Lalu tanpa banyak bicara, ia turun dari meja moderator, berjalan ke arah pintu masuk aula, menghampiri dua orang berjaket.

Dengan sopan, Amir meminta mereka keluar.

Dua orang itu gugup.
Tak bisa menunjukkan kartu mahasiswa.
Tak bisa mengelak.

Dari potongan tubuh, dari cara berdiri, dari cara memandang, semua jelas: mereka bukan peserta. Mereka datang untuk mengawasi.

Intel.

Kejadian semacam itu bukan sekali.
Ia berulang.
Dan terus berulang.

Di dunia aktivisme, kehadiran intel adalah bagian dari keseharian.

Hal serupa juga kerap dialami Anies Baswedan.

Di depan rumahnya, sering ada orang yang “menunggu”.
Bukan sebagai penjaga.
Bukan sebagai tamu.
Bukan orang yang kami kenal.

Tugasnya sederhana: memotret siapa yang datang.

Dalam kunjungan ke berbagai daerah, hal itu juga terjadi.
Diikuti.
Diamati.
Difoto.
Direkam.

Puluhan bahkan ratusan kali terjadi. Jadi kalau dari petingginya mengatakan tidak bermaksud untuk mengawasi. Sudahlah. Makin bohong makin ngeselin.  

Yang Anies Ajak foto bareng seperti sudah berkali-kali cuma nggak pernah disebarkan, kali ini ada orang yang memvideokan. 

Anies adalah mantan aktivis kampus.
Dan para aktivis punya naluri tajam terhadap perilaku intel.

Ia tahu.

Tetapi ia tidak bereaksi dengan marah.
Tidak pula dengan paranoia.

Ia justru mendekat.

Ia ajak mereka foto bersama.

Belakangan ada yang memvideokan momen itu. Videonya beredar. Banyak yang menganggap itu peristiwa baru.

Padahal tidak.

Itu sudah terjadi puluhan kali.

Diikuti.
Diintip.
Diawasi.

Anies tetap tenang.

Ia tidak merasa terintimidasi.
Ia tidak merasa terancam.

Ia hadapi dengan senyum.

Dulu, di masa mahasiswa, kami menyebut mereka:

Intel Melayu.

Menyamar sebagai mahasiswa.
Duduk di sudut ruangan.
Pura-pura mencatat.

Tapi kadang, gagang pistol masih tampak dari balik jaket.

Mereka belajar menyaru.
Kami belajar membaca.

Mereka belajar menyamar.
Kami belajar membedakan.

Dan dari pengalaman-pengalaman itulah kami paham:
kekuasaan selalu ingin tahu,
siapa yang berpikir,
siapa yang kritis,
siapa yang tak bisa dikendalikan.

Tapi sejarah menunjukkan:
yang diawasi belum tentu salah,
yang mengawasi belum tentu benar.

Dan para aktivis, sejak dulu,
belajar hidup berdampingan dengan pengawasan.

Tanpa kehilangan keberanian.
Tanpa kehilangan akal.
Tanpa kehilangan martabat.

Geisz Chalifah
Pegiat demokrasi

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya