Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Istana Belum Serahkan Supres Calon Pimpinan OJK ke DPR

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 20:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto hingga kini belum menyerahkan Surat Presiden (supres) berisi nama-nama calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke DPR. 

Kabar itu diungkap oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Dalam keterangan kepada awak media, Prasetyo menyebut surpres belum dikirim karena seleksi pimpinan OJK tetap akan berjalan sesuai aturan, yakni melalui panitia seleksi (pansel).


“Belum, belum ada (Supres). Rencananya demikian (melalui pansel),” ujarnya.

Ketika ditanya apakah sudah ada daftar nama calon pemimpin OJK yang dipertimbangkan Presiden. Mensesneg menjawab belum ada. 

"Belum, belum ada,” kata dia singkat. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa juga menegaskan bahwa Presiden tidak mengajukan nama tertentu kepada panitia seleksi pemilihan Ketua dan Anggota Dewan Komisioner (DK) OJK. 

Ia membantah kabar yang menyebut pemilihan pimpinan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK dilakukan tanpa pansel.

“Informasinya salah. Tetap pansel,” kata Purbaya di Istana, Kamis, 5 Februari 2026. 

Menurut Purbaya, mekanisme pemilihan melalui pansel menjadi cerminan komitmen OJK dalam menjaga integritas pengelolaan pasar keuangan. Ia tidak mempermasalahkan apabila proses seleksinya menjadi lebih lama. 

“Karena ini berkaitan dengan integritas kita mengelola pasar dan regulasi, peraturan-peraturan di sana. Kalau kita melanggar undang-undang yang ada, justru akan mengganggu kredibilitas, kredibilitas hasil panselnya nanti atau kredibilitas hasil ketua OJK-nya nanti,” tandas Menkeu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya