Berita

Ilustrasi BPKB Kendaraan (Sumber: Gemini Generated Image)

Otomotif

Ramai Kasus BPKB Palsu, Ini 7 Cara Membedakan BPKB Asli atau Palsu Saat Beli Motor Bekas

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 19:42 WIB

Media sosial tengah diramaikan dengan kasus dugaan penipuan jual beli kendaraan bekas dengan menggunakan BPKB palsu. Video tersebut dibagikan oleh akun @kriminal.jak*** yang membagikan ulang unggahan dari pengguna @arcip.b***.

Video viral tersebut memperlihatkan pengalaman seorang pria yang baru menyadari bahwa BPKB motor bekas yang dibelinya tidak asli. Dalam video itu dijelaskan, secara kasat mata dokumen tersebut tampak meyakinkan.

Namun setelah diperiksa lebih teliti, ditemukan sejumlah kejanggalan pada data yang tercantum. Beberapa bagian informasi terlihat ditempel, ditimpa, bahkan diduga “disulam” sehingga menimbulkan indikasi pemalsuan.


“Kelihatannya asli, tapi data-datanya ditempel pakai doube tip, disulam dan ditimpa,” ujar seorang warganet dalam video tersebut.

Pemilik motor juga menyoroti ketidaksesuaian data instansi penerbit. Pada satu bagian BPKB tercantum keterangan Ditlantas Polda Jawa Timur, sementara bagian lain justru menyebutkan wilayah Resort Bogor.

Perbedaan ini memicu kecurigaan bahwa dokumen tersebut telah dimanipulasi. Unggahan itu sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat ada pihak yang memaksa meminta pengecekan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

Cara Memastikan Keaslian BPKB saat Beli Kendaraan Bekas

Melansir aku Instagram Divisi Humas Polri @divisihumaspolri, berikut beberapa cara membedakan BPKB asli atau palsu saat membeli kendaraan bekas.

1. Pemilihan Bahan Sampul

Cara membedakan BPKB asli atau palsu bisa dilihat dari bahan sampulnya. BPKB asli memiliki sampul tebal, kuat, dan terasa kokoh saat dipegang. 

Sementara itu, BPKB palsu biasanya memakai sampul tipis dengan kualitas cetakan yang kurang rapi. Jika sampul terlihat mudah sobek atau kusam, pembeli perlu lebih waspada.

2. Cek Hologram

BPKB asli dilengkapi hologram resmi yang terlihat jelas dan memantulkan cahaya saat dilihat dari sudut berbeda. Hologram ini menjadi salah satu fitur keamanan yang sulit dipalsukan. 

Jika hologram tampak buram, mudah mengelupas, atau tidak memiliki efek pantulan, kemungkinan besar BPKB tersebut tidak asli. Pastikan hologram tetap utuh dan tidak rusak.

3. Cek Nomor Seri

Nomor seri pada BPKB asli tercetak rapi, jelas, dan sesuai format resmi. Biasanya, nomor seri tidak mudah dihapus karena menggunakan tinta khusus. 

Apabila nomor seri tampak tidak presisi, seperti hasil tempelan, atau berbeda dengan dokumen lain, maka patut dicurigai. Pengecekan nomor seri penting untuk memastikan keabsahan dokumen kendaraan.

4. Cek Informasi Data Pemilik

Cara membedakan BPKB asli atau palsu juga bisa dilakukan dengan mencocokkan data pemilik dan data kendaraan. Pastikan nama pemilik, alamat, nomor polisi, serta spesifikasi kendaraan sesuai dengan STNK.

Jika terdapat kesalahan penulisan atau bekas koreksi, hal itu bisa menjadi tanda pemalsuan. Data yang tidak sinkron sebaiknya segera ditanyakan kepada penjual.

5. Lambang Korlantas Polri

BPKB asli memiliki lambang Korlantas Polri yang dicetak detail, tajam, dan tidak buram. Logo tersebut biasanya tampak presisi dengan warna yang merata. 

Jika lambang terlihat blur atau bentuknya tidak simetris, pembeli perlu berhati-hati. Lambang resmi menjadi salah satu ciri yang sering diperiksa untuk mengetahui keaslian BPKB.

6. Pemilihan Bahan Kertas

Bahan kertas pada BPKB asli biasanya lebih tebal dan memiliki tekstur khusus. Kertasnya tidak mudah kusut atau robek, serta terlihat berkualitas dibanding kertas biasa. 

Sementara itu, BPKB palsu sering memakai kertas tipis dengan tampilan kurang meyakinkan. Pengecekan ini dapat dilakukan dengan meraba dan memperhatikan warna serta ketebalan kertas.

7. Tinta dan Cap BPKB

Tinta pada BPKB asli terlihat solid, jelas, dan tidak mudah luntur. Cap atau stempel resmi juga tampak tegas serta tidak seperti hasil scan atau cetakan ulang. 

Jika tinta mudah pudar, cap terlihat kabur, atau ada tanda manipulasi, maka dokumen tersebut patut dicurigai palsu. Pemeriksaan tinta dan cap penting untuk memastikan dokumen benar-benar diterbitkan secara resmi.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya