Berita

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pertahanan

KSAD: TNI Mulai Siapkan Pasukan Perdamaian untuk Gaza

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 19:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa TNI telah mulai melakukan penyiapan pasukan yang akan diproyeksikan untuk misi perdamaian di Gaza. 

Penyiapan tersebut dilakukan sambil menunggu hasil koordinasi resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan penugasan serta karakter personel yang akan dikirimkan.

Maruli menjelaskan, proses pengiriman pasukan ke Gaza masih terus berjalan dan memerlukan koordinasi secara berjenjang. 


Koordinasi dimulai dari pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza, kemudian diteruskan ke Mabes TNI, hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh Mabes Angkatan Darat sesuai kebutuhan personel yang diminta.

“Ya, itu kan masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan. Ya, begitu,” ujar Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI dan Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Ia menegaskan, TNI AD telah memulai persiapan internal dengan melatih personel yang berpotensi ditugaskan dalam misi perdamaian. 

Penyiapan difokuskan pada kemampuan yang relevan dengan kebutuhan di wilayah konflik, khususnya dalam aspek kemanusiaan dan rekonstruksi.

“Sudah, sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kita nanti jadi perdamaian. Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan,” jelasnya.

Terkait jumlah personel yang akan diberangkatkan, KSAD menyebutkan bahwa hingga kini belum ada kepastian. Angka pasukan masih bersifat perkiraan dan sepenuhnya menunggu hasil negosiasi serta koordinasi lanjutan di tingkat Mabes TNI.

“Ya, bisa satu brigade, 5.000-8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” kata Maruli.

Ia menekankan bahwa peran TNI AD saat ini terbatas pada penyiapan pasukan sesuai permintaan. Sementara keputusan mengenai penugasan, waktu keberangkatan, dan kepastian lokasi misi berada di kewenangan komando yang lebih tinggi.

“Kalau kami hanya penyiapan pasukannya saja,” tegasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya