Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Bahlil Pilih Main Aman agar Tidak Didepak dari Kabinet

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 19:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dinilai mengamankan posisinya di Kabinet Merah Putih usai isu gelombang reshuffle mencuat.

Pasalnya, Bahlil sebagai salah satu menteri yang sering diminta publik ke Prabowo untuk segera diganti. 

"Baik Bahlil maupun Golkar menghindari kesan tidak loyal terhadap Presiden. Jika ia membuat statement tentang Gibran maupun Prabowo-Gibran dua periode, (bisa) terancam terdepak dari Kabinet Merah Putih," ujar pengamat politik Citra Institute, Efriza kepada RMOL di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.


Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu memperkirakan, Bahlil baru akan terus terang dengan sikapnya mendekati Pilpres 2029, karena ini berkaitan dengan keberlanjutan nasibnya dan Partai Golkar.

"Bahlil tidak akan menyatakan dengan lugas mengusung Prabowo dua periode, maupun berkomentar soal Gibran, apalagi akan mengomentari keinginan Jokowi memasangkan kembali Prabowo-Gibran untuk dua periode," tuturnya. 

"Bahlil dengan Golkar ingin menguatkan sebagai partai yang loyal terhadap pemerintahan semata agar menghindari stigma sebagai partai yang ambigu atau berjarak dari presiden terpilih di satu sisi, dan agar tetap dianggap menjaga Jokowi dan keluarganya," demikian Efriza menambahkan.

Bahlil usai kegiatan Training of Trainer (ToT) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026, hanya menyatakan akan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga selesai, bukan dua periode. 
 
“Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo-Gibran dan Wakil Presiden Mas Gibran, konsekuensi dari partai yang telah mengusung, harus mendukung sampai selesai," ujar Bahlil.

Apalagi Golkar dalam munasnya itu mendukung pemerintahan. Yang namanya pemerintahan itu adalah presiden dan wakil presiden. Nama presiden kita adalah Pak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden. Ya kita dukung mereka sampai selesai," tandasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya