Berita

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Golkar, Aprozi Alam (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube DPR)

Politik

Komisi VIII DPR Cecar Kepala BPJPH: Mengapa Dapur MBG Belum Bersertifikat Halal?

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VIII DPR RI melontarkan kritik keras kepada Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, terkait belum adanya sertifikat halal pada dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kritik tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Aprozi Alam, dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama BPJPH di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Aprozi menilai gencarnya narasi pemerintah mengenai produk halal yang mendunia tidak sejalan dengan kondisi di lapangan, khususnya pada program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni MBG.


“Belum satu pun yang saya temukan di daerah pemilihan saya, maupun di Provinsi Lampung, tukang potong ayamnya memiliki sertifikat halal. Termasuk dapur MBG-nya pun belum memiliki sertifikat halal,” tegas Aprozi, Legislator dari Dapil Lampung II.

Menurut Aprozi, tidak hanya rumah potong ayam, dapur MBG sebagai tempat pengolahan makanan juga belum mengantongi sertifikat halal. Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan keraguan serius terhadap kehalalan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Saya masih meragukan, apakah daging itu daging babi atau daging sapi, karena tidak memiliki sertifikat halal terhadap MBG tersebut. Saya cek, Pak,” ujarnya.

Aprozi mengaku tengah menyiapkan surat resmi kepada BPJPH untuk mempertanyakan mekanisme sertifikasi halal bagi rumah potong ayam yang memasok kebutuhan dapur MBG. Ia juga mempertanyakan kesiapan anggaran serta standar pemotongan hewan.

“Anggaran enggak punya? Ini menjadi masalah, Pak. Apakah ayam itu benar-benar ayam mati, atau ayam hidup yang dibaca Bismillah lalu dipotong, atau dipotong dengan mesin? Ini harus menjadi tantangan Bapak,” tegasnya.

Menurut Aprozi, pemerintah seharusnya memprioritaskan kepastian kehalalan produk di dalam negeri sebelum berbicara soal pengakuan halal di tingkat global.

“Kita enggak perlu bicara yang mendunia. Kalau di dalam negeri saja kita tidak bisa membuktikan produk itu halal atau tidak. Tempat kita sendiri ini menjadi pertanyaan. MBG belum memiliki sertifikat halal,” tandasnya.

Ia juga mengaitkan belum adanya sertifikat halal tersebut dengan sejumlah kasus keracunan makanan MBG yang sempat mencuat ke publik.

“Tukang potong ayamnya belum bersertifikat halal, dagingnya belum bersertifikat halal. Makanya terjadi keracunan-keracunan, bahkan sampai ada kematian yang kita ketahui dari pemberitaan media,” ungkap Aprozi.

Atas dasar itu, Aprozi mendesak BPJPH agar mewajibkan seluruh dapur MBG di Indonesia memiliki sertifikat halal, mulai dari rumah potong ayam hingga seluruh proses pengolahan makanan.

“Saya minta kepada Bapak, seharusnya diwajibkan terlebih dahulu seluruh dapur MBG di Indonesia memiliki sertifikat halal, dimulai dari tukang potong ayam dan seterusnya,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya