Berita

Gelaran Science Camp GreenTrans-Edu (Foto: Istimewa)

Dunia

Science Camp GreenTrans-Edu Perkuat Kolaborasi Riset Hijau Lintas Kawasan EU-ASEAN

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 13:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah meningkatnya tantangan global akibat perubahan iklim dan tuntutan pembangunan berkelanjutan, Science Camp GreenTrans-Edu hadir sebagai wadah kolaborasi akademik lintas kawasan. 

Mengutip laporan resmi, Senin, 9 Februari 2026, program tersebut merupakan bagian dari Sustainable Connectivity Package-Higher Education (SCOPE-HE) yang didanai Uni Eropa (EU) untuk mempererat kerja sama antara perguruan tinggi di kawasan Uni Eropa dan ASEAN.

Kegiatan Science Camp GreenTrans-Edu diselenggarakan di Indonesia pada 31 Januari hingga 08 Februari 2026, dengan rangkaian agenda yang berlangsung di Jakarta dan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 


Program dirancang untuk memperkuat riset serta pengembangan pengajaran yang berfokus pada transformasi hijau guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

GreenTrans-Edu merupakan konsorsium perguruan tinggi lintas Uni Eropa dan Asia Tenggara yang melibatkan Technische Universität Ilmenau (Jerman), Université de Technologie de Compiègne (Prancis), Fachhochschule Erfurt (Jerman), Mindanao State University (Filipina), Universitas Pancasila, dan President University. 

Dalam pelaksanaan kegiatan di Indonesia, Universitas Pancasila berperan sebagai tuan rumah yang memfasilitasi kebutuhan riset, koordinasi kegiatan lapangan, serta kerja sama dengan berbagai mitra lokal. 

Sebagai Ketua GreenTrans-Edu Cluster, Prof. Jens Wolling dari Technichse Universität Ilmenau menyampaikan bahwa selama Science Camp di Pangandaran, cluster GreenTrans-Edu berupaya menyatukan perspektif sains dan konteks dari berbagai negara. 

“Untuk menjawab tantangan global, kita harus berusaha bekerjasama dan tidak hanya bekerja di bidang masing-masing,” ujarnya.

Selain agenda akademik, peserta juga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama SMK Bakti Karya Pangandaran, sekolah multikultural yang menampung siswa-siswi dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua. 

Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon serta aktivitas edukatif dan interaktif yang mendorong kesadaran lingkungan sekaligus pertukaran pengetahuan lintas budaya. 

SMK Bakti Karya Pangandaran sendiri telah menjadi mitra Universitas Pancasila selama lebih dari lima tahun dan menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lain di dalam cluster GreenTrans-Edu.

Prof. Jens Wolling mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai sinergi yang sangat baik, serta menegaskan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim hanya dapat diatasi apabila para akademisi dari berbagai disiplin ilmu bekerja sama secara aktif dengan masyarakat lokal.
 
"Kami berusaha agar GreenTrans-Edu cluster menjadi jembatan terjadinya kolaborasi yang berkelanjutan tidak hanya antara perguruan tinggi, tapi juga bersama komunitas lokal,” pungkasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya