Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Dokumen RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ekosistem Halal Kian Dominan, Kontribusi terhadap PDB Tembus Rp4.832 Triliun

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 09:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peran ekonomi halal dalam menopang struktur ekonomi Indonesia semakin tidak terbendung. 

Memasuki kuartal III 2025, sektor Halal Value Chain (HVC) tercatat memberikan kontribusi sebesar 27,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, atau setara dengan nilai ekonomi mencapai Rp4.832 triliun. 

Angka ini menjadi bukti nyata bahwa industri halal telah bertransformasi menjadi pilar utama pertumbuhan nasional.


Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) yang juga menjabat sebagai Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa ekonomi halal adalah mesin penggerak yang krusial. 

Menurutnya, dengan basis pasar yang sangat luas serta integrasi dari hulu ke hilir, sektor ini tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga memperluas akses pembiayaan dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.

Optimisme ini tidak hanya muncul dari sektor riil, tetapi juga tercermin pada performa keuangan syariah. Hingga Oktober 2025, pangsa pasar keuangan syariah Indonesia telah menguasai 30,3 persen dari total aset keuangan nasional. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu tujuan utama investasi halal di tingkat dunia.

Nasaruddin Umar menyoroti bahwa kepercayaan investor internasional terus meningkat secara signifikan. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2023 saja, terdapat sekitar 40 transaksi investasi di sektor halal dengan total nilai mencapai 1,6 miliar Dolar AS. Ia menilai fenomena tersebut merupakan cerminan dari kuatnya ekosistem ekonomi halal di dalam negeri serta besarnya peluang kolaborasi antarnegara.

Keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan posisi ketiga dunia pada Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2024/2025, tepat di bawah Malaysia dan Arab Saudi, menunjukkan bahwa integrasi antara ekonomi Islam dan sektor riil semakin solid.

Ke depan, pemerintah berencana mengakselerasi kekuatan ini melalui diplomasi ekonomi yang lebih luas. Memanfaatkan momentum sebagai Ketua D-8 periode 2026-2027, Indonesia berambisi memperkuat posisinya dalam rantai nilai global.

Nasaruddin menekankan bahwa visi Indonesia bukan sekadar menjadi pemain pasif. Indonesia ingin tampil sebagai mitra strategis yang menghubungkan berbagai pasar, memfasilitasi arus investasi, serta membuka pintu kemakmuran bagi masyarakat global secara luas.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya