Berita

Warga Bangladesh (Foto: FMT)

Dunia

Bangladesh Gelar Pemilu Paling Kompetitif Sejak 2009, Suara Gen Z Jadi Penentu

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 09:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Bangladesh akan menggelar pemilihan umum paling kompetitif sejak 2009, sekaligus disebut sebagai pemilu pertama di dunia yang sangat dipengaruhi Generasi Z. 

Pemilu dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026 di tengah situasi politik yang berbalik arah, setelah pemerintahan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina tumbang akibat pemberontakan besar pada 2024 dan partainya, Awami League, resmi dilarang ikut pemilu.

Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) diprediksi luas bakal memenangkan pemilu, meski mendapat tantangan serius dari koalisi yang dipimpin partai Islam Jamaat-e-Islami. 


Partai baru yang digerakkan aktivis Gen Z di bawah usia 30 tahun bahkan memilih bersekutu dengan Jamaat, setelah gagal mengonversi mobilisasi jalanan anti-Hasina menjadi kekuatan elektoral yang solid.

Ketua BNP, Tarique Rahman, menyatakan keyakinannya bahwa partainya yang bertarung di 292 dari 300 kursi parlemen mampu mengamankan kemenangan. 

“Kami yakin akan memenangkan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan,” ujar Tarique Rahman seperti dimuat Reuters, Senin, 9 Februari 2026.

Para analis menilai hasil pemilu yang tegas menjadi kunci pemulihan stabilitas nasional pasca gejolak politik berkepanjangan. 

Kerusuhan yang menyusul kejatuhan Hasina telah mengguncang industri utama, termasuk sektor garmen yang menjadikan Bangladesh sebagai eksportir pakaian terbesar kedua di dunia, sekaligus memperbesar ketidakpastian ekonomi.

“Jajak pendapat menunjukkan BNP unggul, tetapi kita harus ingat bahwa sebagian besar pemilih masih belum menentukan pilihan,” kata Parvez Karim Abbasi, Direktur Eksekutif Centre for Governance Studies di Dhaka. 

Ia menegaskan, beberapa faktor akan membentuk hasil pemilu, termasuk bagaimana Gen Z yang mencakup sekitar seperempat dari total pemilih menyalurkan suaranya, karena pilihan mereka akan membawa bobot yang besar.

Isu korupsi dan tekanan ekonomi mendominasi perhatian publik. Survei lembaga pemikir di Dhaka mencatat korupsi sebagai kekhawatiran terbesar di antara 128 juta pemilih, disusul inflasi dan kesempatan kerja.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya