Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Sektor Syariah Tumbuh Dua Kali Lipat Lebih Kencang dari Konvensional Sepanjang 2025

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 09:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekonomi syariah Indonesia menunjukkan kemajuan luar biasa sepanjang tahun 2025. Berdasarkan Laporan Kinerja Tahun 2025 Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), sektor keuangan syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan yang jauh melampaui rata-rata pertumbuhan sektor keuangan nasional (konvensional).

Hingga November 2025, total aset keuangan syariah nasional melonjak ke angka Rp13.245 triliun. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan tahunan sebesar 34,3 persen. Ini adalah lompatan besar mengingat sektor keuangan nasional secara keseluruhan "hanya" tumbuh di angka 15,8 persen.

Laporan tersebut mengungkap bahwa pasar modal syariah adalah penggerak utama di balik dominasi ini. Dengan nilai aset menembus Rp11.799 triliun, sektor ini kini menguasai hampir separuh (47,1 persen) dari total pasar modal nasional.


Kontribusi besar lainnya datang dari sektor perbankan dan industri non-bank, yaitu;

- Perbankan Syariah yang mencatatkan aset Rp1.035 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp819 triliun, dan penyaluran pembiayaan Rp690 triliun.

- IKNB Syariah yang menyumbang aset sebesar Rp410 triliun dengan pangsa pasar 10,4 persen.

Meski pertumbuhannya masif, laporan KNEKS memberikan catatan khusus pada perbankan syariah. 

“Pangsa pasar perbankan syariah masih stagnan di level 7,59 persen,” tulis laporan KNEKS. Angka ini menunjukkan tantangan penetrasi yang masih berat meski sektor syariah secara agregat tumbuh sangat kencang.

Ketangguhan sektor syariah ini juga tercermin dalam rasio aset keuangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 57 persen (dengan asumsi pertumbuhan PDB 5,2 persen).

Sementara itu, di level internasional, Indonesia semakin diperhitungkan. 

Berdasarkan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2024, Indonesia kini kokoh di peringkat ke-4 dunia dengan skor 75. 

Ini adalah kemajuan pesat dibandingkan satu dekade lalu (2014) di mana Indonesia hanya berada di peringkat ke-10 dengan skor 30.

Indonesia unggul telak pada indikator Pengetahuan dengan skor 200, namun masih memiliki pekerjaan rumah pada indikator Keberlanjutan yang hanya berada di level 32. 

Saat ini, Indonesia membayangi Malaysia, yang memiliki skor 135, Arab Saudi  yang memiliki skor 114, dan UEA dengan skor 92.

Capaian sepanjang 2025 ini membuktikan bahwa keuangan syariah bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak baru ekonomi nasional.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya