Berita

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Publika

Prabowo Dibawa, Gibran Ditinggal

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 03:38 WIB

TIDAK mau kalah dengan PKB, PAN tidak saja mendorong Presiden Prabowo Subianto dua periode, tapi juga sekaligus memasangkan Presiden Prabowo dengan Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan alias Zulhas. 

Prabowo-Zulhas, memang lebih layak ketimbang Prabowo-Muhaimin Iskandar. Setidaknya, lebih tahu diri.

Kenapa lebih tahu diri? Sebab, bersama Gerindra, Golkar, Demokrat, dan sejumlah partai non-DPR lainnya, PAN ikut memenangkan Prabowo-Gibran. 


PAN juga sudah tiga kali Pemilu setia bersama Prabowo. Ditambah, PAN sudah sejak tahun lalu pula menyatakan dukungan Prabowo dua periode.

Saat PAN menyatakan dukungan Prabowo dua periode tahun lalu itu, PKB menganggap PAN kecepatan. 

Kini giliran PKB pula yang menyatakan dukungan Prabowo dua periode. Wajar saja PAN langsung memasangkan Prabowo-Zulhas. PAN tak mau kalah dengan PKB. PKB tinggal satu langkah.

Tapi yang menarik dari dukungan PAN, bukan kaitannya dengan PKB, atau tak dipasangkannya Prabowo-Muhaimin, melainkan dipasangkannya Prabowo-Zulhas. Padahal Jokowi sudah jauh hari menegaskan keinginannya Prabowo-Gibran dua periode. Masak PAN tidak setuju dengan Jokowi?

Artinya, dengan kata lain, PAN sadar maupun tidak, sudah mengabaikan atau mengunci lebih cepat peluang, Prabowo-Gibran dua periode. 


Modal Jokowi tersisa PSI? Padahal, petinggi PAN, termasuk Zulhas, ramai-ramai datang Idul Fitri ke rumah Jokowi di Solo tahun lalu, dan mengatakan Jokowi masih bosnya sampai saat ini.

Pernyataan petinggi PAN bahwa Jokowi masih bosnya, memicu dugaan adanya Matahari Kembar makin kuat. 

Entah sengaja atau tidak, sejak saat itu PAN buru-buru menyatakan dukungan Prabowo dua periode. PAN mulai menjaga jarak dengan Jokowi. Termasuk, Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia termasuk yang datang berlebaran Idulfitri ke rumah Jokowi di Solo. Bahkan, menggunakan jet pribadi. 

Sampai-sampai, elite Golkar, Maman Abdurrahman, tegas mengatakan bahwa Golkar selalu mendukung Presiden, bukan mantan Presiden. Hampir saja Bahlil terdepak dari kursi ketua umum Golkar.

Tapi, tidak seperti PKB dan PAN, Bahlil mendukung Prabowo-Gibran hingga 2029. Belum terlontar dari Bahlil dukungan Golkar, Prabowo dua periode. Apalagi Gibran. 

Golkar masih fokus menyukseskan Pemerintahan Prabowo-Gibran. Berarti, Golkar masih ragu. Mau ikut Prabowo atau Jokowi? Tapi sepertinya hanya menunggu waktu saja.

Bahlil memang, terlalu banyak makan budi Jokowi. Beda dengan Zulhas, apalagi Cak Imin. Tapi ini akan menjadi titik api di internal Golkar sendiri, kalau terlalu lama Bahlil memutuskan. 

Prabowo tentu tak akan membiarkan Golkar dalam keraguan. Kalau partai lain sudah jelas sikapnya dan Golkar belum, maka tidak saja di eksternal, di internal Golkar sendiri akan mulai terjadi gejolak-gejolak.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya