Guru Besar Unissula Semarang Prof Henry Indraguna. (Foto: Istimewa)
Guru Besar Unissula Semarang Prof Henry Indraguna. (Foto: Istimewa)
Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Unissula Semarang Prof Henry Indraguna menegaskan bahwa MKMK bukan lembaga yudisial dan tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan Keputusan Presiden (Keppres).
Henry menjelaskan, MKMK hanya memiliki wewenang menilai etik perilaku hakim, bukan keabsahan administrasi pengangkatan. Maka narasi permintaan membatalkan pengangkatan melalui MKMK kepada Hakim Konstitusi Adies Kadir adalah keliru secara kompetensi hukum (error in authority).
Populer
Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25
Senin, 02 Februari 2026 | 13:47
Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49
Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34
Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50
Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41
UPDATE
Senin, 09 Februari 2026 | 02:01
Senin, 09 Februari 2026 | 01:29
Senin, 09 Februari 2026 | 01:11
Senin, 09 Februari 2026 | 01:01
Senin, 09 Februari 2026 | 00:35
Senin, 09 Februari 2026 | 00:32
Senin, 09 Februari 2026 | 00:09
Minggu, 08 Februari 2026 | 23:27
Minggu, 08 Februari 2026 | 23:22
Minggu, 08 Februari 2026 | 23:05