Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Bisnis

SDA Mau Dikelola BUMN, Purbaya Enggak Tahu Kondisi Duit Negara?

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 22:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ide Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyerahkan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuai kritik.

Menurut Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mayoritas perusahaan pelat merah belum mampu mengelola kekayaan alam Indonesia.

"Harusnya Purbaya tahu keadaan keuangan BUMN dan lembaga negara seperti apa sebelum mengutarakan rencananya," ujar Huda saat dihubungi Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 8 Februari 2026.


Huda meyakini kondisi fiskal Indonesia saat ini belum mumpuni untuk mengelola SDA, yang membutuhkan modal sangat banyak. 

"BUMN kita tidak sekaya apa yang dibayangkan, apalagi lembaga negara (selain perusahaan BUMN)," tuturnya.

Alasan Purbaya membandingkan keuntungan perusahaan swasta sektor SDA dengan minimnya penerimaan negara juga masih menyisakan perdebatan. Alasan tersebut bisa diterima jika diimbangi dengan kemampuan pengelolaan oleh negara.

"APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) semakin sempit. Dengan apa BUMN atau lembaga negara mengelola SDA yang membutuhkan modal besar?" pungkasnya.

Menkeu Purbaya sebelumnya menyampaikan strategi memaksimalkan penerimaan negara dari sektor pengelolaan SDA. Salah satunya lewat izin usaha pengelolaan SDA hanya akan diberikan kepada perusahaan BUMN.

“Saya usulkan tidak ambil alih, tapi yang jatuh tempo enggak usah diperpanjang, dan yang baru hanya dikeluarkan ke institusi pemerintah saja. Itu yang sedang dan akan dilakukan,” kata Purbaya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu, 4 Februari 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya