Berita

Direktur Indonesia Future Studies, Gde Siriana Yusuf. (Foto: RMOL)

Publika

Mama, Aku Mau Sekolah

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 17:14 WIB | OLEH: GDE SIRIANA YUSUF*

ADA kata yang bila diucapkan, nadanya selalu terdengar jernih, di mana pun ia lahir. Dari mulut anak Betawi di gang sempit Jakarta, sampai anak Papua di lereng pegunungan, kata itu sama bunyinya, sama indahnya. Sekolah.

Sekolah bukan sekadar tempat. Ia adalah arah. Ia seperti jendela yang dibuka pelan-pelan, lalu angin masa depan masuk ke dalam rumah kecil bernama keluarga.

Ketika seorang anak berkata, “Mama, aku mau sekolah,” kalimat itu tidak pernah ringan. Ia tidak setara dengan permintaan es krim di sore hari. Ia adalah pengakuan diam-diam bahwa si anak siap melangkah keluar dari lingkaran rumah, menuju dunia yang lebih luas, lebih ramai, lebih menantang. 


Permintaan itu bukan manja. Ia adalah tanda kesiapan. Seperti anak burung yang mulai belajar mengepakkan sayapnya.

Sang ibu, entah sadar atau tidak, akan mendengar lebih dari sekadar kata-kata. Ia mendengar waktu yang bergerak. Ia mendengar tanggung jawab yang membesar. Ia mendengar hidup yang meminta dilanjutkan. 

Seringkali, permintaan itu datang ketika keadaan belum ramah. Ketika dompet masih tipis, ketika masa depan belum jelas. Tapi justru di situ letak harunya. Ada kebanggaan yang tidak bisa dijelaskan, bahwa di tengah keterbatasan, seorang anak masih bermimpi. Masih percaya bahwa hidup bisa naik satu anak tangga. 

Di titik inilah negara seharusnya hadir. Bukan sebagai penguasa, tapi sebagai orang dewasa di ruangan itu. Menjawab permintaan paling jujur dari seorang anak. Karena sekolah bukan hadiah. Ia hak. Hak yang jika ditunda, akan mengeraskan hati dan mematikan harapan. 

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia,” kata Nelson Mandela.

Tapi sebelum ia menjadi senjata, pendidikan adalah pelukan. Pelukan dari orang tua. Pelukan dari negara. Agar setiap anak yang berkata, “Mama, aku mau sekolah,” tidak pernah pulang dengan kecewa.

Sekolah bukan berarti soal gedung, seragam, atau kurikulum. Ia adalah janji yang kita buat bersama sebagai orang dewasa kepada anak-anak kita: bahwa dunia ini layak dimasuki, bahwa masa depan bukan jebakan.

Negara dan orang tua hanya punya satu pilihan yang bermartabat: tidak mematahkan kepercayaan itu.

Barangkali itulah sebabnya kata sekolah selalu terdengar indah. Karena ia lahir dari harapan paling awal manusia. Harapan bahwa hidup bisa diteruskan dengan lebih baik.

Maka setiap anak yang berkata, “Mama, aku mau sekolah,” sedang menitipkan masa depannya di tangan kita semua. Dan tak ada dosa yang lebih sunyi, selain membiarkan titipan itu jatuh.

*Direktur Indonesia Future Studies

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya