Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: GZERO Media)

Dunia

AS Pasang Tenggat Juni 2026 untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 11:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan menetapkan batas waktu hingga Juni 2026 bagi Rusia dan Ukraina untuk mencapai kesepakatan damai, sekaligus mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun. 

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Assoaciated Press, Minggu, 8 Februari 2026. 

Zelensky menyebut Washington mendorong kedua negara untuk segera merampungkan perundingan damai sebelum awal musim panas. 


Ia menegaskan bahwa AS berpotensi meningkatkan tekanan diplomatik terhadap kedua pihak apabila target tersebut tidak tercapai sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Mereka mengatakan bahwa mereka ingin melakukan segalanya pada bulan Juni. Dan mereka akan melakukan segalanya untuk mengakhiri perang. Dan mereka menginginkan jadwal yang jelas untuk semua kejadian," ujar Zelensky. 

Dalam proses diplomasi tersebut, AS juga mengusulkan penyelenggaraan putaran baru perundingan trilateral yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan AS. 

Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung pekan depan di wilayah Amerika Serikat, dengan kemungkinan lokasi di Miami. 

Di tengah upaya diplomasi tersebut, situasi di lapangan semakin panas. Zelensky mengungkapkan Rusia melancarkan lebih dari 400 drone dan sekitar 40 rudal dalam satu malam, dengan sasaran jaringan listrik, fasilitas pembangkit, hingga distribusi energi Ukraina. 

Serangan tersebut memaksa sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir menurunkan kapasitas produksi, sehingga mengurangi defisit listrik nasional.

Perundingan damai sebelumnya yang dimediasi AS di Abu Dhabi belum menghasilkan inovatif yang signifikan. Rusia tetap menuntut Ukraina menarik pasukan dari wilayah Donbas, syarat yang ditolak keras oleh Kyiv.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya