Berita

Tren karikatur ChatGPT. (Ist)

Tekno

Lagi Rame di Medsos, Ini Cara Bikin Karikatur Diri Sendiri Pakai ChatGPT

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 11:03 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Pernahkah Anda membuka Instagram atau WhatsApp akhir-akhir ini dan merasa timeline Anda tiba-tiba dipenuhi gambar kartun teman-teman Anda?

Bukan, itu bukan hasil karya seniman pasar seni, dan bukan juga sekadar filter biasa. Itu adalah tren terbaru yang sedang viral: Karikatur ChatGPT.


Tren ini "meledak" karena menggabungkan narsisme yang sehat dengan kecanggihan AI. Hasilnya? Gambar yang lucu, playful, dan kadang-kadang "terlalu jujur" dalam menggambarkan diri kita.


Jika Anda penasaran ingin mencobanya (dan takut ketinggalan zaman), simak panduan lengkap yang telah kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya berikut ini.


Kenapa Tren Ini Viral? Simpel saja: Gratis, menyenangkan, dan bikin ketagihan.


Kenapa Tren Ini Viral? Simpel saja: Gratis, menyenangkan, dan bikin ketagihan.


Dulu, untuk mendapatkan karikatur, Anda harus duduk diam di depan seniman di tempat wisata. Sekarang? Cukup unggah selfie dan biarkan AI bekerja dalam hitungan detik.


Yang membuat tren ini unik adalah elemen "baca pikiran". Jika Anda sering ngobrol dengan ChatGPT, AI ini bisa membuat karikatur berdasarkan riwayat percakapan Anda.


Jadi, jangan kaget kalau tiba-tiba ada detail kecil seperti hobi ngopi atau meja kerja Anda yang berantakan muncul di gambar!


Cara Membuat Karikatur AI Sendiri


Untuk mengikuti tren ini, Anda membutuhkan akun ChatGPT (versi yang mendukung unggah gambar). Berikut langkah mudahnya:


1. Siapkan Foto Terbaik


Ini langkah paling krusial. Cari foto close-up wajah yang menghadap depan dengan pencahayaan alami (cahaya jendela lebih baik daripada lampu ruangan).


Hindari penggunaan kacamata hitam, bayangan gelap yang menutupi wajah, atau filter berlebihan. Pastikan rambut Anda terlihat jelas, karena AI sangat suka mendetailkan rambut.


2. Unggah ke ChatGPT


Buka aplikasi atau web ChatGPT, lalu unggah foto Anda.


3. Masukkan "Mantra" Ajaib


Kunci keberhasilan tren ini ada pada prompt atau perintah teksnya. Berikut adalah prompt paling populer yang banyak digunakan:


"Create a caricature of me based on everything you know about me." (Buatlah karikatur saya berdasarkan semua yang kamu ketahui tentang saya).


Jika Anda ingin hasil yang lebih spesifik dan estetik, coba prompt rahasia dari editor Real Simple berikut ini:


"Create a stylized caricature of this person based on everything you know about me. Keep the facial features recognizable but slightly exaggerated in a playful, flattering way. Smooth lines, bright colors, clean background. Cartoon-style illustration, not photorealistic. Friendly, modern, editorial illustration vibe.".


Tips Agar Hasilnya Makin Kece


Terkadang hasil pertama mungkin terlihat aneh atau terlalu kaku. Jangan menyerah! Berikut trik untuk memperbaikinya.


Jangan puas di percobaan pertama. Kebanyakan hasil terbaik muncul di percobaan kedua atau ketiga.


Kurang Mirip? Jika hasilnya tidak terlihat seperti Anda, ketik: "Make the eyes and face shape closer to the original photo" (Buat mata dan bentuk wajah lebih mirip foto asli).


Terlalu Realistis? Jika ingin lebih kartun, minta: "Make it more cartoonish and illustrative".


Tambahkan Detail Personal. Jika history chat Anda masih kosong, berikan detail manual. Misalnya, sebutkan pekerjaan Anda, hobi, atau benda favorit. Contoh: "Create a caricature of a gamer at a dramatic setup with oversized headphones".


Fenomena "Psikolog" Digital?


Menariknya, tren ini bukan sekadar gambar. Penulis teknologi dari TechRadar, Eric Hal Schwartz, menyebut bahwa hasil karikatur ini bisa jadi "mengejutkan". 


Ketika ia mencobanya, ChatGPT berhasil menggambarkan kariernya sebagai jurnalis teknologi lengkap dengan detail kecintaannya pada buku dan kopi, hanya berdasarkan memori percakapan masa lalu.


Jadi, ini bukan sekadar menggambar wajah, tapi bagaimana AI "melihat" persona digital kita.


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya