Berita

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bersama rombongan PKB (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Dukungan PKB ke Prabowo Dua Periode Bisa Saja Berubah

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 09:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

 Sikap sejumlah partai yang menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk dua periode tanpa menyertakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disorot Peneliti Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta.

Dua partai yang menonjol dalam sikap ini adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), meski keduanya datang dari posisi politik yang berbeda pada Pemilu 2024.

Fatta, menilai sikap PAN dan PKB menarik karena mencerminkan dinamika kepentingan yang tidak sepenuhnya sama. PAN merupakan bagian dari koalisi Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, sementara PKB justru berada di luar koalisi tersebut.


Namun, perhatian Fatta lebih tertuju pada sikap Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Menurutnya, pola politik Cak Imin selama ini dikenal cair dan adaptif terhadap perubahan konteks kekuasaan.

“Tapi yang menarik bagi saya di sini adalah pernyataan Cak Imin. Kita melihat sikap politik Cak Imin memang sering berdiri di dua waktu ya. Hari ini memberikan dukungan karena ada di dalam koalisi pemerintahan, tetapi besok, ketika konteksnya berubah dan tidak lagi menguntungkan bagi Cak Imin atau PKB, ceritanya bisa saja berbeda,” ujar Fatta kepada RMOL, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menilai, kelincahan Cak Imin dalam membaca momentum merupakan ciri khas yang membuatnya tetap relevan dalam berbagai konfigurasi politik. 

Dalam konteks saat ini, posisi PKB sebagai bagian dari koalisi pemerintahan Prabowo membuat dukungan dua periode lebih tepat dibaca sebagai langkah strategis jangka panjang.

“Cak Imin ini politisi yang sangat dikenal lincah dan pintar ambil momentum. Posisi PKB sebagai bagian dari koalisi Prabowo saat ini, dukungan dua periode lebih tepat dilihat sebagai bentuk investasi loyalitas politiknya,” jelasnya.

Fatta menambahkan, investasi politik tersebut bukan semata untuk menjaga relasi kekuasaan hari ini, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan jangka menengah hingga panjang. Termasuk di dalamnya menjaga jabatan-jabatan yang telah diberikan, serta membuka peluang politik lain yang masih disiapkan.

“Tujuannya tentu bukan semata menjaga relasi kekuasaan hari ini, tetapi juga upaya mempertahankan bunga-bunga jabatan yang sudah diberikan Prabowo, maupun bunga-bunga politik lain yang masih diperam oleh Cak Imin, seperti peluang menjadi calon wakil presiden Prabowo pada 2029,” paparnya.

Indikasi tersebut, menurut Nurul, terlihat jelas dari cara Cak Imin merespons pertanyaan soal calon wakil presiden. Saat menyatakan dukungan Prabowo dua periode dan ditanya mengenai pendamping Prabowo ke depan, Cak Imin memilih menjawab singkat bahwa hal tersebut “belum dibahas”.

“Jawaban Cak Imin ini memang sering menyimpan prospek politik yang panjang,” pungkas Nurul Fatta.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya