Berita

Presiden Prabowo Subianto (Dokumen RMOL)

Politik

Dukungan Parpol Prabowo Dua Periode Dinilai Rasional

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 07:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menguatnya wacana dukungan terhadap Prabowo Subianto untuk menjabat dua periode dinilai bukan tanpa dasar. 

Peneliti Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta, menyebut faktor elektabilitas Prabowo yang konsisten berada di posisi puncak menjadi penjelasan utama.

“Berdasarkan beberapa hasil survei baik nasional maupun survei lokal yang kami lakukan, Prabowo Subianto dalam top of mind publik pada simulasi Pilpres melawan siapapun, masih menempati posisi paling atas dalam berbagai simulasi elektoral,” ujar Nurul Fatta kepada RMOL, Minggu, 8 Februari 2026.


Menurutnya, temuan survei tersebut membuat dukungan dua periode terhadap Prabowo menjadi semakin rasional secara politik. Partai-partai melihat peluang elektoral yang kuat dan relatif aman jika kembali mengusung Prabowo pada Pilpres mendatang.

Namun, Fatta menilai ada fenomena menarik di balik dukungan tersebut. Sejumlah partai menyatakan dukungan kepada Prabowo dua periode, tetapi tidak dalam satu paket dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Pada konteks ini, yang paling menarik beberapa partai menyatakan dukungan kepada Prabowo dua periode, tetapi tidak satu paket dengan Gibran,” jelasnya.

Pernyataan tersebut datang dari dua partai dengan latar posisi politik yang berbeda pada Pemilu 2024. Partai Amanat Nasional (PAN), yang sebelumnya merupakan bagian dari Koalisi Prabowo–Gibran, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang justru berada di luar koalisi pada Pilpres lalu, sama-sama menyampaikan sikap dukungan yang tidak secara eksplisit mengikatkan diri pada pasangan yang sama.

Fenomena ini, bagi Nurul Fatta, menunjukkan bahwa magnet elektoral Prabowo berdiri kuat sebagai figur, sementara konfigurasi pasangan masih terbuka dan menjadi ruang tarik-menarik kepentingan politik ke depan.


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya